Sukses

Ketika Fotografer Profesional 'Dikomplain' Pakai Kamera Fujifilm

Liputan6.com, Bukit Tinggi - Teknologi terkini dan canggih terkadang memang tak bisa langsung diterima oleh sejumlah orang yang ada di sekitar kita.

Bahkan ada beberapa gadget yang dinilai terlalu canggih pada masanya sehingga bikin orang bingung atau merasa tak ada gunanya sehingga tidak berhasil menarik minat pasar.

Namun, lain halnya dengan yang dialami fotografer profesional Putra Djohan. Ia mengaku pernah "dikomplain" saat memotret menggunakan kamera Fujifilm berteknologi canggih. Ia menggunakan mode electronic shutter (ES) yang memungkinkan kamera tak mengeluarkan suara apa pun saat fotografer menekan tombol shutter.

"Saya pernah 'dikomplain' saat memotret acara tertentu dengan aturan protokoler yang ketat menggunakan kamera Fujifilm dengan mode ES. Salah seorang yang ada di acara itu bertanya kepada saya, 'Mas kok dari tadi mondar-mandir enggak memotret?' Kemudian saya jawab, 'Saya sudah memotret dari tadi kok mas, ini hasil (fotonya) banyak'," cerita Jo, sapaan akrabnya sambil tertawa.

"Dikomplain" dalam artikel ini tidak menekankan bahwa seseorang tak puas dengan kinerja Jo, tetapi merasa heran dengan kamera Fujifilm milik Jo yang tak mengeluarkan suara sama sekali saat tombol shutter ditekan. 

Jo memaparkan, ketika banyak orang tak menyadari keberadaan kita (fotografer) saat memotret, berarti mereka sudah sangat nyaman dan tidak merasa terganggu.

"Itu pertanda kita berhasil. Membuat mereka nyaman saat kita memotret itu penting sehingga kita bisa beraktivitas dengan lebih leluasa," ucap Jo menambahkan yang Tekno Liputan6.com temui di Grand Rocky Hotel, Bukit Tinggi, Sumatera Barat, Minggu (18/3/2018) malam.

Pria kelahiran Yogyakarta itu mengaku sangat terbantu dengan teknologi ES yang tertanam di kamera Fujifilm. Ia berujar bisa memotret terus-menerus tanpa orang harus terganggu dengan suara tombol shutter.

"Tak seperti kamera DSLR kebanyakan yang suara shutter-nya cukup mengganggu, tombol shutter pada kamera mirrorless Fujifilm sangat senyap (nyaris tak ada suara)," pungkas Jo.

Untuk diketahui, beberapa kamera mirrorless Fujifilm telah dibekali dengan teknologi tersebut. Salah satu kamera terbaru yang memiliki fitur ES adalah Fujifilm X-H1.

2 dari 4 halaman

Spesifikasi Lengkap Fujifilm X-H1

Fujifilm X-H1 mengadopsi desain bodi yang mirip dengan kamera medium format Fujifilm GFX 50S. Di bagian atasnya tertanam LCD 1,28 inci untuk menampilkan informasi pengaturan kamera.

Terdapat pula jendela bidik elektronik dengan rasio pembesaran 0.75x dengan resolusi 3,69 juta titik. Jendela bidik ini diklaim terbaik di kelas mirrorless dengan sensor APS-C.

Kamera yang dilengkapi layar fleksibel 3 inci ini bahkan menjadi kamera mirrorless pertama Fujifilm yang dilengkapi fitur penstabil 5-axis langsung di bodinya. Fitur ini mampu memangkas blur hingga 5.5 stop.

Soal spesifikasi terbilang mirip dengan X-T2, yang mana ditopang sensor APS-C X-Trans CMOS III beresolusi 24MP dan prosesor gambar X-Prosesor Pro.

X-H1 juga menjadi mirrorless Fujifilm pertama yang dipersenjatai efek simulasi khusus pengambilan video anyar bernama ETERNA. Ditambah fitur Movie Silent Shooting yang memungkinkan kamu menonaktifkan semua tombol di bodi kamera sehingga hanya mengandalkan layar sentuh.

Fujifilm juga menanamkan mode Flicker Reduction di X-H1 untuk menstabilkan eksposur dalam berbagai kondisi pencahayaan saat memotret terus menerus. Fitur autofokusnya pun didogkrak dengan kemampuan lebih cepat dan akurat di kondisi minim cahaya.

Di samping itu, selain memiliki fitur dust-resistant, water-resistant dan dapat bekerja di suhu hingga -10°C, kamera ini juga diperkuat material magnesium alloy yang lebih tebal 25 persen dari X-T2. 

3 dari 4 halaman

Optimal untuk Perekaman Video

Kamera flagship ini diklaim optimal untuk perekaman video, salah satunya adalah dilengkapi fitur In-Body Stabilization (IBIS). Anggia menjelaskan, fitur IBIS selain bisa meredam getaran saat merekam video juga berguna untuk shutter speed rendah.

"Sebelumnya banyak fotografer yang menganggap kamera Fujifilm belum optimal untuk perekaman video, namun kali ini kami concern ke video mulai dari seri X-T2 dan kali ini pada X-H1," kata Anggiawan Pratama, Marketing Manager Electronic Imaging Fujifilm Indonesia.

Kualitas gambar di mode video mengalami peningkatan perekaman bit rate tinggi hingga 200 Mbps, juga terdapat 20 fungsi tambahan termasuk 1080p/120fps mode video kecepatan tinggi untuk merekam slow motion.

Perekaman di mode F-Log langsung ke SD card untuk workflow yang lebih baik, ditambah DCI 4K shooting mode (4096 x 2160), setting 400 persen dynamic range (12 stop), mikrofon internal berkualitas tinggi (24 bit/48 kHz), dan verbal time codes.

 

4 dari 4 halaman

Harga Fujifilm X-H1

Setelah diumumkan secara global pada pertengahan Februari 2018, Fujifilm X-H1 resmi diperkenalkan di Indonesia, Jumat (16/3/2018) di Padang, Sumatera Barat dalam acara bertajuk Fujifilm X-Plor X-H1 dan X-A5.

Anggia mengatakan X-H1 akan mulai dijual di Tanah Air pada 24-25 Maret 2018 secara eksklusif di Blibli.com.

"Kamera mirrorless Fujifilm X-H1 mulai dijual di Indonesia pada 24-25 Maret 2018 dengan harga Rp 27.999.000 (body only), eksklusif di Blibli.com," paparnya.

Di samping itu, pria yang akrab disapa Anggia ini menuturkan Fujifilm X-H1 juga hadir dengan paket vertical power booster yang ditawarkan dengan harga Rp 32.499.000.

"Vertical power booster tersebut bisa meningkatkan performa kamera, yaitu dapat memperpanjang waktu perekaman video di mode 4K selama 30 menit dari yang sebelumnya 10 menit dan memperpanjang jumlah jepretan dalam mode normal hingga 900 gambar," pungkas Anggia.

(Isk/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Loading