Sukses

Terkuak, Inikah Instagram Si Pembantai Sekolah Florida?

Liputan6.com, Jakarta - Penembakan sekolah kembali terjadi di Amerika Serikat. Kali ini kasus penembakan berlangsung di SMA Marjory Stoneman Douglas, pada Rabu (14/2/2018) di negara bagian Florida.

Pelaku adalah laki-laki berusia 19 tahun bernama Nikolas Cruz yang ternyata dulu dikeluarkan SMA tersebut karena masalah disiplin. Kini, Instagram yang diduga milik pelaku akhirnya ditemukan.

Di Instagram bernama @cruz_nikolas tersebut, tampak sang pelaku memamerkan senjata api yang ia miliki, dan di beberapa foto ia menyembunyikan wajahnya bak seorang bandit. 

Pantauan Tekno Liputan6.com, akun Instagram  itu sekarang sudah terhapus, dan kabarnya ada beberapa akun palsu yang menggunakan foto si pelaku.

Salah seorang siswa yang mengenal pelaku mengatakan, si penembak memang terobsesi pada senjata api.

"Yang diomongkannya hanyalah pistol, pisau, dan berburu," ujar Joshua Charo yang merupakan mantan teman sekelas pelaku, seperti yang diberitakan Miami Herald. 

Seorang anak lain yang tidak ingin disebutkan namanya memberi tahu  media setempat kalau si pelaku memang anak yang bermasalah.

"Dia anak yang bermasalah. Dan dia selalu memiliki masalah yang terjadi. Dia menembak pistol karena aku kira ia merasa hal itu memberikannya sebuah perasaan menyenangkan," ujarnya. 

Kawannya yang lain mengatakan bahwa Nikolas Cruz suka marah-marah ke guru, "Dia dulu suka mendadak marah-marah dan mengutuk para guru. Ia anak bermasalah."

 

1 dari 3 halaman

Memiliki Masalah Mendalam

Miami Herald mendapatkan laporan tentang latar belakang Nikolas Cruz. 

Menurut kawan-kawannya, si pelaku jarang berbicara tentang sanak keluarga. Ia dan saudara laki-lakinya diadopsi oleh pasangan Lynda dan Roger Cruz dari Long Island, New York. Kedua anak tersebut dibesarkan di Parkland, Florida.

Menurut seorang anggota keluarga, sang ayah--Roger Cruz--meninggal 13 tahun lalu. Sementara, sang istri Lynda, yang juga sudah meninggal pada November lalu, kesulitan mengurus anak laki-lakinya.

"Ia (Lynda) sudah melakukan yang terbaik yang bisa ia lakukan. Kedua anak itu diadopsi dan memiliki isu emosional," katanya.

Helen Pasciolla, yang pernah bertetangga dengan keluarga Cruz, memberi tahu New York Times bahwa dulu Lynda Cruz sempat membawa putra-putranya yang memiliki masalah perilaku untuk berbicara dengan polisi.

"Mungkin ia hanya ingin menakut-nakuti mereka sedikit. Nikolas memiliki masalah perilaku, itu menurut pikiranku, tetapi aku tidak mengira ia akan menjadi berbahaya," katanya. 

Sebelumnya, pelaku pernah mendapat penanganan dari klinik kesehatan mental selama beberapa waktu, tetapi ia tidak kembali lagi.

Setelah kematian Lynda, pelaku pindah dan tinggal bersama temannya. Keluarga yang menampung pelaku telah meminta agar senjata api yang ia miliki dikunci di dalam lemari.

Kemudian senjata yang sama, AR-15, digunakan Nikolas Cruz untuk melakukan penembakan.

2 dari 3 halaman

Pelaku Tertangkap

Nicolas Cruz sendiri ditangkap polisi sekitar satu jam setelah kejadian.

Dalam sebuah foto yang beredar, pelaku tak berdaya dibekuk polisi di rerumputan dengan tatapan ke arah kamera.

Kasus penembakan ini menewaskan 17 orang. 12 korban meninggal di sekolah, dua di luar sekolah, satu di jalanan, dan dua orang meninggal di rumah sakit. Korban luka-luka jadi masih menjalani tindakan medis. 

Penembakan ini menjadi kasus penembakan sekolah terburuk sejak kasus penembakan SD Sandy Hook yang menewaskan 27 orang pada 2012 lalu. 

(Tom/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Penembakan Terjadi di Sebuah SMU di Texas, 10 Orang Tewas
Artikel Selanjutnya
Terima Laporan Ada Penembak, Polisi Blokir Mal di Las Vegas