Sukses

UC Browser Tak Punya Data Center di Indonesia, Apa Pengguna Aman?

Liputan6.com, Jakarta - UC Browser kini memiliki lebih dari 40 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia. Dengan banyaknya pengguna, UC Browser ingin membuat mereka 'betah' menggunakan browser milik Alibaba Mobile Group ini, salah satunya dengan rekomendasi konten yang sesuai dengan selera pengguna.

Rekomendasi tersebut, menurut Kepala Bagian Bisnis Internasional UC Browser Alibaba Mobile Group Shallia Li, menggunakan teknologi big data.

Dengan demikian, UC Browser mengumpulkan dan menyimpan data-data, berupa kebiasaan pengguna saat berselancar di internet dan mengkonsumsi konten.

Kendati begitu, menurut Shallia, saat ini UC Browser tidak memiliki pusat data (data center) di Indonesia.

"Kami memiliki banyak data center di banyak negara, termasuk di Singapura dan Amerika Serikat (AS). Namun kami tidak memiliki data center di Indonesia, tetapi kami menjamin data pengguna Indonesia tidak akan berpindah," kata Shallia dalam konferensi pers UC Browser di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

 

1 dari 3 halaman

Dijamin Aman

Shallia juga memastikan bahwa data pengguna di Indonesia yang telah dikumpulkan oleh UC Browser tidak akan dijual ke perusahaan lain.

"Kami tidak akan pernah membagikan data pengguna ke perusahaan lain, itu adalah rules kami. Soal privasi, kami sangat serius melindungi privasi pengguna dan kami mematuhi peraturan negara tempat kami berbisnis," kata Shallia.

Untuk memastikan data penggunanya aman, UC Browser juga menyebut memberlakukan enkripsi terhadap teknologi dan informasi milik pengguna.

2 dari 3 halaman

UC Browser Versi 12.0

Kepala Bagian Bisnis Internasional UC Browser Alibaba Mobile Business Group Shallia Li mengatakan, kehadiran UC Browser versi 12.0 ini menghadirkan pengalaman browsing yang lebih cepat dan cerdas, serta memiliki banyak pilihan konten.

Shallia juga mengklaim, UC Browser versi 12.0 ini hadir dengan peningkatan teknologi baru. 

"Teknologi terbaru yang digunakan adalah big data dan algoritma yang berperan mengoptimalkan rekomendasi konten dalam feed berita bagi pengguna," kata Shallia saat menjelaskan tentang teknologi big data yang digunakan dalam UC Browser versi terbaru di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Tidak hanya itu, UC Browser versi 12.0 juga menambahkan fitur cuaca dan zodiak, sehingga pengguna bisa menyesuaikan laman utama browser mereka masing-masing.

Bahkan, di versi baru ini, laman browser pun bisa dipersonalisasi sesuai dengan kata kunci yang sering mereka cari di kolom pencarian dan feed berita.

Shallia juga mengatakan, untuk meningkatkan pengalaman pengguna, khususnya di segi konten video, UC Browser juga dilengkapi dengan fitur non-buffering.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Punya 40 Juta Pengguna di Indonesia, UC Browser Mau Apa Lagi?
Artikel Selanjutnya
UC Browser Versi Baru Hadirkan Pengalaman Internet Lebih Kencang