Sukses

Larry Page, Bangun Google dari Nol Sampai Jadi Raksasa Internet

Liputan6.com, Jakarta - Adakah di antara pengguna smartphone yang tidak pernah memakai layanan Google? Segala produk Google seperti mesin pencari, email, layanan penyimpanan cloud, peta, pemutar musik, hingga penerjemah semuanya bisa ditemukan di smartphone dan sangat membantu penggunanya.

Semua itu tak lepas dari peran seorang programer komputer andal bernama Lawrence Edward Page alias Larry Page yang mendirikan Google bersama dengan rekannya, Sergey Brin.

Sebenarnya, komputer bukan barang baru bagi Page. Laporan Celeb Family yang Tekno Liputan6.com kutip menyebutkan, hal ini karena ayahnya Carl Victor Page memiliki gelar doktor di bidang ilmu komputer. Sementara, ibunya yang bernama Gloria adalah instruktur dalam pemprograman komputer di Michigan State University dan Lyman Briggs College.

Saat Page kecil, rumah keluarga biasanya dipenuhi majalah komputer, sains, dan teknologi. Lingkungan itulah yang membuatnya membenamkan diri pada dunia komputer. Ia mengaku tertarik pada komputer sejak usia 6 tahun dan mencoba mempelajari komputer generasi pertama milik kedua orangtuanya.

Kemudian, di masa kuliah pascasarjananya, ia bersama Brin, membesut mesin pencari yang diperkenalkan pada 1998. Kini, 18 tahun setelah didirikan, pendapatan Google mencapai US$ 89.46 miliar atau setara Rp 1.192 triliun.

Berkat mendirikan Google, Page kini jadi salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan sebesar US$ 42,4 miliar yakni sekitar Rp 565,3 triliun.

Ia juga masuk dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes dan menduduki urutan ke-12, di bawah pendiri merek fashion Louis Vuitton.

2 dari 2 halaman

Berawal dari Garasi

Perjalanan Google hingga mencapai kesuksesan seperti sekarang ini pun cukup berliku. Mulanya, Google merupakan sebuah proyek riset yang dikerjakan Page dan Brin pada 1996.

Waktu itu, keduanya merupakan mahasiswa pascasarjana di Stanford University dan berkolaborasi dalam sebuah proyek riset. Proyek tersebut menjadi mesin pencari bernama BackRub yang dioperasikan menggunakan server di kampus mereka.

Pendiri Google, Larry Page (kiri) dan Sergey Brin saat masih berkantor di sebuah garasi (Sumber: Google)

Keduanya memiliki ide untuk membuat laman pencarian yang terhubung dengan beberapa laman lainnya. Saat awal berdiri, Google mendapatkan investasi senilai US$ 100 ribu (setara Rp 1,3 miliar) dari Co-founder Sun Andy Bechtolsheim.

Setelah mendapat suntikan dana itu, mereka memiliki kantor pertama, yakni di sebuah garasi milik Susan Wojcicki yang kini jadi CEO YouTube.

Selanjutnya, Google mulai mempekerjakan engineer dan membentuk tim sales. Karena perusahaan makin berkembang, markas Google pindah ke The GooglePlex di Mountain View, California.

Kini, Google telah memiliki lebih dari 50.000 karyawan di 50 negara. Google juga rajin mengakuisisi perusahaan teknologi lain dan membesut produk yang dipakai di seluruh dunia.

Selain sebagai pendiri Google, Page pernah menjabat sebagai CEO perusahaan pada 2011 hingga 2015. Kemudian, pada Agustus 2015, Google yang masih dipimpin Page melakukan restrukturisasi perusahaan dengan mendirikan perusahaan induk bernama Alphabet Inc guna mendorong inovasi perusahaan.

Hingga kini, Larry Page menjabat sebagai CEO Alphabet Inc, dan jabatan CEO Google diteruskan oleh Sundar Pichai. 

(Tin/Cas)