Sukses

Nilai Valuasi Deretan Startup ini Lampaui Rp 13 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Membangun kerajaan bisnis bukanlah hal yang mudah. Meski begitu, di antara ribuan perusahaan di dunia, pasti ada bisnis yang dianggap paling sukses.

Berdasarkan hasil riset World Economic Forum yang dipublikasikan laman We Forum, Minggu (1/5/2016), ada 174 perusahaan swasta yang mengalami hypergrowth.

Saking tingginya pertumbuhan, disebutkan bahwa perusahaan non pemerintah ini berhasil menggandakan pendapatan hingga dua kali lipat dalam waktu kurang dari dua tahun.

Riset itu menyebut, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah perusahaan yang telah mengalami pertumbuhan hyper terus meningkat. Alasannya karena ada transformasi digital ekonomi, mudah diaksesnya modal, serta munculnya pasar global baru seperti kelas menengah Asia.

Dari 10 perusahaan swasta yang mengalami pertumbuhan sangat pesat, rupanya delapan di antaranya adalah startup di bidang teknologi yang memiliki nilai valuasi minimal US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 13 triliun.

Penasaran apa saja?

1. Uber
Uber memiliki nilai valuasi US$ 62 miliar atau sekitar Rp 815 triliun. Perusahaan asal San Fransisco Amerika Serikat ini membuat sebuah aplikasi pemesanan kendaraan yang menghubungkan penumpang dengan kendaraan sewaan.

Kini, Uber telah beroperasi di 415 kota di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Bahkan belum lama ini, perusahaan besutan Travis Kalanick menghadirkan layanan ojek motor bernama UberMotor di Indonesia.

2. Xiaomi
Perusahaan swasta asal Tiongkok Xiaomi memiliki nilai valuasi US$ 46 miliar atau setara dengan Rp 605 triliun. Didirikan pada 2010, perusahaan yang bergerak dibidang perangkat keras ini dinobatkan menjadi perusahaan swasta dengan pertumbuhan paling pesat kedua di dunia.

Dengan pertumbuhan tinggi, Xiaomi telah memiliki lebih dari 5.000 karyawan dari Tiongkok, Malaysia, Singapura, India, Filipina, dan Indonesia.

2 dari 2 halaman

Airbnb, Didi Kuaidi, hingga Pinterest

3. Airbnb
Didirikan tahun 2008 di San Fransisco, penyedia aplikasi penyewaan akomodasi liburan di seluruh dunia ini kini memiliki nilai valuasi US$ 25,5 miliar atau Rp 335,5 triliun.

4. Palantir Technologies
Perusahaan yang bergerak di bidang big data keamanan asal Silicon Valley ini kini memiliki nilai valuasi US$ 20,5 miliar atau Rp 269,7 triliun. Didirikan tahun 2004, kini Palantir Tech telah memiliki sembilan kantor di dalam maupun luar Amerika Serikat

5. Didi Kuaidi
Perusahaan ini menyediakan aplikasi ride sharing yang didukung oleh Tencent dan Alibaba. Kini berganti nama jadi Didi Chuxing, perusahaan asal Tiongkok tersebut memiliki nilai valuasi US$ 16 miliar atau Rp 210,5 triliun.

6. Snapchat
Snapchat merupakan perusahaan aplikasi pesan foto yang didirikan tahun 2011 Evan Spiegel, Bobby Murphy, dan Reggie Brown saat masih menjadi mahasiswa Universitas Stanford. Kini, nilai valuasi Snapchat telah mencapai US$ 16 miliar atau Rp 201,5 triliun.

7. China Internet Plus
Perusahaan asal Tiongkok ini didirikan pada  2003 dan bergerak di bidang perangkat lunak. China Internet Plus kini memiliki nilai valuasi US$ 15 miliar atau Rp 197,3 triliun.

8. Flipkart
Bergerak di bidang ritel, perusahaan asal India yang didirikan tahun 2007 ini sekarang memiliki nilai valuasi US$ 15 miliar atau Rp 197,3 triliun.

9. Space X
Perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang aerospace dan didirikan tahun 2002 ini memiliki nilai valuasi US$ 12 miliar atau Rp 157,8 juta.

10. Pinterest
Sebagai sebuah aplikasi virtual pinboard, Pinterest memungkinkan pengguna untuk mengunggah gambar serta memasukkannya ke dalam kategori. Kini, perusahaan yang dibentuk tahun 2010 di Amerika Serikat ini telah memiliki nilai valuasi US$ 11 miliar atau Rp 144,7 triliun.


(Tin/Din)