Sukses

Soal Aplikasi Mobile Banking Palsu, BNI Bakal Temui Kemkominfo

Liputan6.com, Jakarta - Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, baru-baru ini diketahui ada aplikasi mobile banking tak resmi yang mengatasnamakan BNI. Aplikasi bernama BNI Internet Banking tersebut ternyata tidak dikembangkan oleh BNI (PT. Bank Negara Indonesia Tbk).

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary BNI Suhardi Petrus menuturkan pihaknya sudah berupaya untuk menyelesaikan masalah itu. Namun, ia mengungkapkan penyelesaiannya tidak mudah. Salah satu penyebabnya adalah Google sebagai penanggung jawab Play Store bernaung di Amerika Serikat.

"Aplikasi itu adanya di server Google, jadi memang tidak mudah untuk langsung dihapus," ujar Petrus, saat dihubungi Tekno Liputan6.com, Sabtu (27/2/2016).

Untuk itu, ia menuturkan bahwa BNI berencana untuk mengadakan pertemuan dengan pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pada 1 Maret 2016 untuk membahas hal ini.

Tak hanya itu, Petrus juga mengatakan bahwa BNI akan melakukan edukasi kepada nasabah mengenai adanya aplikasi palsu ini. Salah satunya adalah melalui media sosial Twitter yang rencananya akan dilakukan secepatnya.

"Intinya nasabah menggunakan aplikasi resmi dari BNI. Dan, untuk menggunakan layanan internet banking, pengguna bisa mengunjungi situs https//:ebank.bni.co.id," tutur Petrus.

Ia juga menjamin bahwa sampai saat ini tidak ada keluhan dari pengguna terkait aplikasi palsu tersebut. Sebab, pada dasarnya aplikasi itu hanya menyambungkan ke situs internet banking BNI. Hanya, dikhawatirkan akan memicu tindakan phishing.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang beredar dari pesan singkat, Tekno Liputan6.com menemukan aplikasi palsu bernama BNI Internet Banking yang dibuat oleh pengembang Internet Banking LLC, bukan PT. Bank Negara Indonesia.

Selain itu, aplikasi ini juga memiliki alamat email pengembang yang berbeda dari dua aplikasi resmi BNI (BNI Mobile Banking dan BNI SMS Banking).

Pada dua aplikasi resmi tersebut, alamat email yang dapat dihubungi adalah bnicall@bni.co.id, sementara aplikasi palsu memiliki alamat email berbeda yaitu paketjahildotcom@gmail.com.

(Dam/Isk)