Sukses

'Pensiun' Main DoTA 2, Gamer Indonesia Ini Berjaya di Vainglory

Liputan6.com, Jakarta - Lagi-lagi, industri game Indonesia boleh berbangga. Salah satu anak bangsa menorehkan prestasi dalam kancah Internasional.

Mendapat pengakuan terhadap kepiawaiannya bermain game mobile Vainglory, Soedono Syamsoeyadi atau yang biasa dipanggil Sudons diajak bergabung oleh salah satu tim Vainglory terbaik di dunia bernama Hunters.

Uniknya, Sudons sendiri ternyata player yang sudah tidak asing dengan game bergenre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena). Seperti yang Tekno Liputan6.com kutip dari TechInAsia, Sudons mengaku suka berbermain game DoTA 2 sebelum Vainglory.

Sempat berkerja sebagai manajer di perusahaan konstruksi, pria ini kerap mengikuti turnamen (turney) internasional Vainglory sebelum masuk di tim Hunters. Perkenalan pertama dengan Queen (salah satu anggota tim Hunters) pun diawali dengan sering bermain bareng di game Vainglory.

Masuk dalam kategori player yang memiliki pribadi easy going--saat menang dan kalah--Sudons menjadi salah satu nama teratas yang Queen rekomendasikan untuk mengantikan Godfather di tim Hunters.

Kini setelah resmi bergabung, Sudons sudah mendapatkan banyak pengalaman baru seperti mengikuti turney bertaraf internasional yaitu VIPL (Vainglory International Premier League).

Sudons
Seperti turney besar eSports lainnya, VIPL juga memberikan hadiah yang luar biasa besarnya yakni US$ 80.000 atau sekitar Rp 1,1 miliar. Karena masuk kategori turney internasional, VIPL sendiri disiarkan di TV Korea Selatan dengan jumlah penonton yang membludak.

Dari game-game mobile MOBA lainnya yang ada saat ini, Vainglory merupakan game MOBA paling sempurna untuk dipertandingkan. Ditambah dengan tidak terpakunya player di depan PC, dan dapat dimainkan di mana-mana, membuat game ini semakin banyak peminatnya.

Terbukti saat pendaftaran Vainglory Turnamen beberapa waktu lalu, mendapatkan sambutan yang luar biasa besarnya.

(Ysl/Isk)

Loading