Liputan6.com, Jakarta - Tiga perusahaan raksasa internet Facebook, Twitter, dan Google bekerjasama dengan sebuah lembaga asal Inggris, yaitu Internet Watch Foundation (IWF) untuk menghentikan penyebaran dan penyalahgunaan gambar anak-anak secara online.
IWF telah lama bertanggung jawab untuk melacak konten pornografi anak yang tersebar di internet dan kemudian menempatkannya masing-masing dengan kode spesifik yang disebut 'Hash'. Hal ini dilakukan untuk memudahkan mereka mengenalinya.
Beberapa kode itu kemudian dijadikan satu menjadi kelompok yang disebut 'Hash List'. Daftar ini memuat gambar-gambar yang dianggap menyeramkan. Sekarang, IWF telah bekerja sama dengan Facebook, Twitter, dan Google untuk membagi 'Hash List' milik mereka.
Langkah ini membuat ketiga perusahaan internet itu dapat mengenali gambar-gambar yang dimaksud dan menghalanginya untuk diunggah ke layanan mereka.
"Hash List kami (IWF) dapat menjadi pembeda dan merupakan kemajuan untuk melawan kekerasan seksual melalui gambar pada anak-anak di dunia online," ujar Susie Hargreaves, chief executive dari IWF seperti yang di ikutip dari laman Mirror, Selasa (11/8/2015),Â
Meskipun demikian bukan berarti gambar-gambar tersebut benar-benar hilang. Gambar-gambar tersebut masih dapat dibagi di wilayah online yang disebut 'Darknet". Usaha yang dapat dilakukan oleh Facebook, Google dan Twitter adalah dengan mencegah Hash List muncul di layanan mereka.
(dam/dhi)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354030/original/018131800_1789992594-cek_fakta_KM_Virgo_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769936/original/006475700_1710237097-bank_papua_hoaks.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5141760/original/081875600_1740382803-IMG-20250224-WA0113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/951485/original/011084500_1439204224-computer_2578712b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)