Liputan6.com, Jakarta - Mahkaman Konstitusi (MK) menolak seluruh gugatan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 yang diajukan Prabowo-Hatta. Kesepakatan yang diambil oleh 9 hakim konstitusi yang dipimpin oleh Hamdan Zoelva pada Kamis malam, 21 Agustus itu menuai berbagai reaksi termasuk di kalangan pengguna Twitter.
Pantauan Liputan6.com, Jumat (22/8/2014), hastag #RIPDemokrasiIndonesia menjadi topik terpopuler dunia di Twitter. Berbagai tweet mengalir dari pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
"#RIPDemokrasiIndonesia mengapa negeriku harus seperti ini dan berapa banyak aset negara yang akan dijual. Thank sandiwara MK & KPU," kicau salah satu pengguna dengan akun @MR_lendot.
"#RIPDemokrasiIndonesia: Kira-kira yang dijual duluan sama Presiden teprilih versi KPU dan MK apa ya? Pulau yang mana? BUMN yang mana?" tulis @zack_bhel.
Selain itu juga terdapat tweet yang mengkritik hastag #RIPDemokrasiIndonesia. "Orang yang buat hastag ini pasti IQnye jongkok, Indonesia lebih hancur kalau pelanggan HAM dan pembunuh jadi presiden! #RIPDemokrasiIndonesia," kata @antodwiptr_.
"Mungkin sekarang Prabowo sedang galau sambil showeran karena ditolak MK #RIPDemokrasi," demikian tweet dari @boncil2010.
Seperti diketahui, 9 hakim konstitusi yang dipimpin Hamdan Zoelva sepakat menolak gugatan hasil Pilpres yang diajukan pasangan Prabowo-Hatta. Dalam pertimbangannya, MK menjelaskan mengenai beberapa hal yang dipersoalkan kubu Prabowo-Hatta dalam gugatannya. Di antaranya, yakni soal Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) sah dalam Pilpres 2014.
[Baca: MK Total Seluruh Gugatan Prabowo-Hatta]
MK menilai, DPKTb sah secara hukum. Selain itu, dalil pemohon yang mempersoalkan adanya pengurangan suara pasangan calon nomor urut 1 Prabowo-Hatta tidak terbukti.Â
Pasca Putusan MK, #RIPDemokrasiIndonesia Ramaikan Twitter
Pasca MK menolak seluruh gugatan hasil Pilpres 2014 yang diajukan Prabowo-Hatta, hastag #RIPDemokrasiIndonesia menjadi populer di Twitter.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/725734/original/Tweet__RIPDemokrasiIndonesia__screenshot_.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333114/original/023127400_1787732360-cek_fakta_sekolah_kedinasan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333293/original/079260900_1787741088-Add_a_heading.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333105/original/058967100_1787731972-Screenshot_2026-08-26_132052.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/692969/original/twitter-aji--140617.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7905371/original/077053800_1780735665-1000553061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565345/original/097983600_1777020193-X.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4059231/original/044001300_1655788404-AP22167561965695.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535465/original/073686600_1774014960-IMG-20260320-WA0019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4518471/original/096202000_1690621816-Logo_Twitter_05.jpg)