Liputan6.com, California - Setelah ada notebook, smartphone, dan tablet yang dirancang khusus untuk anak-anak, kali ini ada sebuah printer tiga dimensi atau 3D printer yang diciptakan khusus untuk mereka.
Mengutip laman Kickstarter, sesuai dengan target market yang dituju, perangkat yang dijuluki Printeer ini menyuguhkan sistem pengoperasian yang tidak rumit dan mudah digunakan untuk proses belajar.
"Tidak seperti 3D printer lainnya, Printeer tidak memerlukan keterampilan teknis atau teknik canggih. Sebagai permulaan, sang anak tidak perlu mempelajari perangkat lunak CAD (computer aided design) dan tool profesional yang diperlukan untuk menghasilkan desain 3D," kata Mission Street Manufacturing selaku pengembang printer ini.
Software yang ada bisa berjalan pada iPad, yang diklaim lebih nyaman untuk anak-anak ketimbang PC. Bahkan, mereka dapat menguasainya hanya dalam waktu sekitar 30 detik dan tidak memerlukan langkah-langkah tertentu.
"Tak perlu PC, perangkat lunak yang kompleks, dan pengaturan konfigurasi yang rumit. Hanya menyentuh tombol `print`, anak-anak langsung bisa menyaksikan alat ini bekerja dengan sendirinya," terang developer asal California, Amerika Serikat tersebut.
Dari sisi desain, Printeer dibuat menggunakan casing transparan. Tujuannya adalah untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, seperti cidera karena mungkin mereka memegang bagian yang panas atau bergerak.
Di satu sisi, penggunaan casing transparan juga membuat mereka bisa melihat seluruh proses pembuatan sebuah benda. Meskipun aman untuk anak-anak, saat Printeer digunakan, Mission Street Manufacturing tetap menyarankan untuk berada pada pengawasan orangtua.
Mengenai ketersediaan produk, Printeer rencananya akan mulai dijual pada bulan November 2014 dengan harga US$ 549 atau sekitar Rp 6,5 juta.
Selain Tablet, Kini Ada Printer 3D Untuk Anak
Sesuai dengan target market yang dituju, perangkat ini menyuguhkan sistem pengoperasian yang tidak rumit dan mudah digunakan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/696034/original/printeer.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal2 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5150531/original/011713400_1741077091-Kuda1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370019/original/097624000_1791544375-asap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041778/original/033342300_1733738907-Sampul1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383535/original/061676900_1793090887-bpjs_kesehatan_bantuan.jpg)