Sukses

Vladimir Putin dan Lambang Negera Rusia
Membaca sejarah dan peta politik internasional negara Rusia
Rusia adalah negara terbesar di dunia yang membentang di dua benua, Eropa dan Asia, dengan sistem pemerintahan federal semi-presidensial.

Informasi Negara

  • NegaraRusia
  • IbukotaMoskwa
  • Area17.098.242 km2
  • Populasi146.583.630 (2015)
  • BahasaRusia
  • PresidenVladimir Putin
  • WaktuUTC
  • Kode Tlp7
  • Lagu KebangsaanGosudarstvyetnny gimn Rossiyskoy federatsii
Topik Terkait

    Rusia, secara resmi Federasi Rusia, merupakan negara terluas di dunia yang membentang di sebagian besar Eurasia utara, meliputi Eropa Timur dan Asia Utara. Dengan luas wilayah yang mencakup lebih dari 17 juta kilometer persegi, Rusia menampilkan keragaman geografis dan iklim yang luas. Ibu kotanya adalah Moskow, pusat politik, ekonomi, budaya, dan sains utama negara tersebut.

    Sebagai pemain kunci di panggung global, Rusia aktif dalam berbagai forum internasional dan menjalin hubungan bilateral dengan banyak negara, termasuk Indonesia dan Tiongkok. Ekonomi Rusia memiliki pengaruh besar, terutama dalam kelompok BRICS, dan negara ini memiliki simbol-simbol nasional yang kaya sejarah dan makna.

    Ikhtisar Profil Rusia

    • Luas Wilayah: Lebih dari 17 juta km, negara terbesar di dunia.
    • Ibu Kota: Moskow, kota terbesar dan pusat utama.
    • Geografi: Meliputi Dataran Eropa Timur, Dataran Siberia Barat, Pegunungan Ural, dan berbagai zona iklim.
    • Populasi: Sekitar 146,9 juta jiwa (per 2018), menjadikannya negara berpenduduk terbesar ke-9 di dunia.
    • Sistem Pemerintahan: Republik semi-presidensial federal.

    Rusia terus memperkuat posisinya di dunia melalui diplomasi, kerja sama ekonomi, dan pengembangan sektor-sektor strategis. Negara ini juga menghadapi tantangan sosial dan keamanan, seperti yang terlihat dari upaya penguatan pertahanan terhadap serangan drone.

    Hubungan Rusia dengan Indonesia

    Hubungan bilateral Rusia dan Indonesia diperkuat melalui konsultasi tingkat tinggi, kerja sama infrastruktur maritim, dan proyek energi nuklir terapung.

    Hubungan antara Rusia dan Indonesia terus diperkuat melalui berbagai inisiatif dan pertemuan bilateral. Pada Minggu (31/5/2026), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bertemu dengan Duta Besar RI untuk Federasi Rusia Jose A.M. Tavares serta perwakilan diaspora Indonesia di Moskow. Dalam pertemuan tersebut, AHY mengajak diaspora Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional melalui pengetahuan, investasi, jejaring profesional, serta pengembangan teknologi dan inovasi.

    Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian Konsultasi Bilateral II Indonesia-Rusia yang bertujuan menindaklanjuti kerja sama kedua negara di bidang infrastruktur dan konektivitas maritim. Pada Senin (1/6), Indonesia dan Rusia menyepakati perluasan kerja sama infrastruktur maritim dalam Konsultasi Bilateral Kedua antara AHY dan Penasihat Presiden sekaligus Ketua Dewan Maritim Rusia, Nikolai Patrushev, di Moskow.

    Di sektor energi dan manufaktur, PT PAL Indonesia dan perusahaan pelat merah Rusia, Rosatom, sedang merampungkan nota kesepahaman untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terapung (Floating Nuclear Power Plant/FNPP), menyusul penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) pada April 2026.

    Artikel TerkaitSelengkapnya
    Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan Presiden China Xi Jinping menghadiri upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat, Beijing, China, pada Rabu 20 Mei 2026. (Alexander Kazakov, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

    Rusia dan China Teken Lebih dari 40 Dokumen Kerja Sama

    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Istimewa)

    Menko AHY Pimpin Konsultasi Bilateral dengan Rusia, Perkuat Kerja sama Maritim

    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY mengajak diaspora Indonesia di Rusia berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui investasi, inovasi, dan jejaring profesional. (Dok. Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan)

    AHY Ajak Diaspora Indonesia di Rusia Dukung Pembangunan Nasional

    Hubungan Internasional Rusia

    Rusia memperkuat kemitraan strategis dengan Tiongkok melalui puluhan dokumen kerja sama dan menjadi tuan rumah KTT Rusia-ASEAN untuk memperingati 35 tahun hubungan.

    Rusia secara aktif memperkuat posisinya di kancah internasional melalui kemitraan strategis dan kerja sama bilateral maupun multilateral. Salah satu kemitraan terpenting adalah dengan Tiongkok. Pada Rabu (20/5/2026), Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Beijing, di mana Rusia dan Tiongkok menandatangani lebih dari 40 dokumen kerja sama yang mencakup bidang ekonomi, energi, transportasi, dan kerja sama internasional. Sebanyak 22 dokumen ditandatangani dalam upacara khusus setelah pembicaraan antara Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, sementara 20 perjanjian dan memorandum lainnya disepakati di sela-sela pertemuan tingkat presiden. Kedua pemimpin juga mengadopsi pernyataan bersama mengenai penguatan kemitraan dan pendalaman hubungan Rusia-Tiongkok.

    Selain itu, Rusia juga memperkuat hubungan dengan negara-negara ASEAN. Rusia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia–ASEAN di Kazan, Tatarstan, pada 17–19 Juni. Pertemuan ini diselenggarakan untuk memperingati 35 tahun hubungan Rusia dengan ASEAN dan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, energi, teknologi, serta stabilitas kawasan. Tahun ini juga menandai 50 tahun hubungan diplomatik Rusia dan Filipina, yang saat ini menjabat sebagai ketua ASEAN.

    Artikel TerkaitSelengkapnya
    Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan Presiden China Xi Jinping menghadiri upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat, Beijing, China, pada Rabu 20 Mei 2026. (Alexander Kazakov, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

    Rusia dan China Teken Lebih dari 40 Dokumen Kerja Sama

    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY mengajak diaspora Indonesia di Rusia berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui investasi, inovasi, dan jejaring profesional. (Dok. Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan)

    AHY Ajak Diaspora Indonesia di Rusia Dukung Pembangunan Nasional

    Pekerja melakukan persiapan di panggung utama menjelang pembukaan KTT ASEAN ke-48 dan rangkaian pertemuan terkait di Cebu, Filipina, 8 Mei 2026. (Dok. AP Photo/Aaron Favila/Pool)

    KTT Rusia–ASEAN di Kazan Momentum Penguatan Kemitraan Strategis

    Profil Umum dan Sosial Rusia

    Rusia menghadapi tantangan keamanan dari serangan drone Ukraina, yang mendorong pengesahan undang-undang baru, sambil terus mengembangkan sektor pariwisata halal.

    Dalam aspek sosial dan keamanan, Rusia telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk melindungi infrastruktur dan warganya. Pada Selasa (26/5/2026), majelis rendah parlemen Rusia mengesahkan undang-undang baru yang mengizinkan bank sentral dan sejumlah lembaga keuangan untuk mengoperasikan sistem pertahanan sendiri guna menghadapi serangan drone. Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya serangan jarak jauh dari Ukraina.

    Pada Minggu (7/6), Rusia mengklaim berhasil mencegat ratusan drone Ukraina yang menyerang berbagai wilayah, termasuk sekitar Saint Petersburg yang menjadi tuan rumah Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg (SPIEF). Serangan ini menyebabkan satu orang tewas dan memicu kebakaran di depot minyak di wilayah selatan Rusia. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sistem pertahanan udaranya menembak jatuh 376 drone Ukraina di berbagai wilayah.

    Di sisi lain, Rusia juga berupaya mengembangkan sektor pariwisata. Dalam sesi SPIEF 2026, Rusia menunjukkan komitmen untuk memperkuat pengembangan sektor halal tourism atau wisata ramah muslim, seiring meningkatnya permintaan global terhadap pengalaman perjalanan yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya. Forum Pariwisata Internasional"Let’s Travel!"menjadi ajang penting untuk membahas strategi pengembangan sektor pariwisata ini.

    Artikel TerkaitSelengkapnya
    Kerusakan dilaporkan terjadi di sekitar lantai 36 bangunan tersebut. Tampak dalam foto, puing-puing bergelantungan terlihat dari gedung apartemen yang rusak di jalan Mosfilmovskaya, Moskow, setelah serangan pesawat tak berawak dari Ukraina, Senin 4 Mei 2026. (AP Photo)

    Rusia Izinkan Bank Sentral Tembak Jatuh Drone

    Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato sambutan dalam SPIEF 2026 Plenary Session di St. Petersburg, Jumat (5/6/2026). (Dok. Liputan6.com/Khairisa Ferida)

    Rusia Digempur Ratusan Drone Ukraina saat SPIEF 2026, 1 Orang Tewas

    Direktur Forum Pariwisata Internasional "Let’s Travel!" sekaligus Deputi CEO Roscongress Foundation Vladimir Zatynayko pada Jumat (5/6/2026). (Dok. Liputan6.com/Khairisa Ferida)

    Laporan Liputan6.com dari St. Petersburg: Rusia Genjot Halal Tourism

    Ekonomi dan Perdagangan Rusia

    Rusia menyoroti kekuatan ekonomi BRICS yang melampaui G7, serta aktif dalam kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Tiongkok dan negara-negara ASEAN.

    Ekonomi dan perdagangan Rusia menunjukkan dinamika yang signifikan di panggung global. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa kelompok BRICS kini menguasai sekitar 40 persen produk domestik bruto (PDB) dunia berdasarkan purchasing power parity (PPP), melampaui kelompok G7 yang memiliki porsi kurang dari 29 persen. Berpidato pada sesi pleno St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026, Putin menuturkan bahwa BRICS telah menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir, dengan hampir 49 persen pertumbuhan ekonomi dunia dalam lima tahun terakhir berasal dari negara-negara BRICS.

    Rusia juga aktif dalam memperluas kerja sama perdagangan bilateral. Dengan Tiongkok, Rusia menandatangani lebih dari 40 dokumen kerja sama yang mencakup bidang ekonomi, energi, dan transportasi selama kunjungan Presiden Putin ke Beijing pada Rabu (20/5/2026). Selain itu, KTT Rusia–ASEAN yang akan berlangsung di Kazan pada 17–19 Juni diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, energi, dan teknologi dengan negara-negara Asia Tenggara.

    Artikel TerkaitSelengkapnya
    Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan Presiden China Xi Jinping menghadiri upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat, Beijing, China, pada Rabu 20 Mei 2026. (Alexander Kazakov, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

    Rusia dan China Teken Lebih dari 40 Dokumen Kerja Sama

    Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato sambutan dalam SPIEF 2026 Plenary Session di St. Petersburg, Jumat (5/6/2026). (Dok. Liputan6.com/Khairisa Ferida)

    Laporan Liputan6.com dari St. Petersburg: Putin Pamer Kekuatan Ekonomi BRICS

    Pekerja melakukan persiapan di panggung utama menjelang pembukaan KTT ASEAN ke-48 dan rangkaian pertemuan terkait di Cebu, Filipina, 8 Mei 2026. (Dok. AP Photo/Aaron Favila/Pool)

    KTT Rusia–ASEAN di Kazan Momentum Penguatan Kemitraan Strategis

    Kebijakan Luar Negeri dan Aliansi Rusia

    Kebijakan luar negeri Rusia berfokus pada penguatan kemitraan strategis, terutama dengan Tiongkok, untuk membahas isu-isu internasional dan regional utama.

    Kebijakan luar negeri Rusia sangat menekankan pada pembentukan dan penguatan aliansi strategis. Salah satu fokus utama adalah hubungannya dengan Tiongkok. Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok pada 19 Mei selama dua hari. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat"kemitraan komprehensif dan kerja sama strategis"antara Moskow dan Beijing. Kedua pemimpin juga dijadwalkan bertukar pandangan mengenai berbagai isu internasional dan regional utama, serta menandatangani deklarasi bersama di akhir pertemuan.

    Kemitraan ini mencerminkan upaya Rusia untuk menavigasi lanskap geopolitik global yang kompleks dengan memperdalam hubungan dengan negara-negara yang memiliki kepentingan strategis serupa. Fokus pada kerja sama bilateral dan multilateral menjadi pilar penting dalam diplomasi Rusia untuk mencapai tujuan kebijakan luar negerinya.

    Artikel TerkaitSelengkapnya
    Presiden Donald Trump menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska, Amerika Serikat, Jumat (15/8/2025). (Dok. AP/Julia Demaree Nikhinson)

    Usai Trump, Giliran Putin Kunjungi Xi Jinping

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 3 Maret 2026.(Dok. AP/Mark Schiefelbein)

    Trump Umumkan Pengiriman 5.000 Tentara AS ke Polandia

    Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) menyambut Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjelang pertemuan di Istana Kepresidenan Elysee, Paris, Kamis 28 Mei 2026. (Ludovic Marin/Pool Photo via AP)

    Gerindra Pasang Badan soal Lawatan Prabowo ke Luar Negeri

    Geografi dan Simbol Nasional Rusia

    Rusia adalah negara terluas di dunia yang membentang di dua benua dengan ibu kota Moskow, serta memiliki simbol nasional seperti bendera triwarna, lambang elang berkepala dua, dan lagu kebangsaan"Gosudarstvenny Gimn Rossiyskoy Federatsii".

    Rusia merupakan negara terbesar di dunia, mencakup sebagian besar Eurasia utara, membentang dari Eropa Timur hingga Asia Utara. Wilayahnya yang luas menyebabkan Rusia memiliki berbagai zona waktu dan iklim, dari tundra di utara hingga iklim kontinental dingin di pedalaman. Ibu kota Rusia adalah Moskow, yang terletak di tepi Sungai Moskva dan merupakan pusat politik, ekonomi, dan budaya.

    Simbol-simbol nasional Rusia mencerminkan sejarah dan identitasnya yang kaya:

    • Bendera Nasional: Terdiri dari tiga garis horizontal yang sama lebar, yaitu putih di bagian atas, biru di tengah, dan merah di bagian bawah. Desain ini diadopsi kembali setelah pembubaran Uni Soviet pada tahun 1991.
    • Lambang Negara: Berupa elang emas berkepala dua dengan latar belakang merah. Di atas kepalanya terdapat tiga mahkota yang melambangkan kedaulatan Federasi Rusia. Elang tersebut menggenggam tongkat kerajaan dan bola di cakarnya, melambangkan kekuatan negara. Di bagian dada elang, terdapat perisai yang menggambarkan seorang penunggang kuda membunuh seekor ular, yang diartikan sebagai perjuangan antara kebaikan dan kejahatan serta pertahanan negara. Lambang elang berkepala dua ini memiliki sejarah panjang sejak abad pertengahan dan dikaitkan dengan Kekaisaran Bizantium.
    • Lagu Kebangsaan:"Gosudarstvenny Gimn Rossiyskoy Federatsii"(Himne Nasional Federasi Rusia). Lagu ini diadopsi pada tahun 2000 dengan lirik baru yang ditulis oleh Sergey Mikhalkov, menggunakan melodi dari lagu kebangsaan Uni Soviet yang diciptakan oleh Alexander Alexandrov pada tahun 1939.
    • Julukan Tidak Resmi: Meskipun lambang resminya adalah elang berkepala dua, Rusia sering dijuluki"Beruang Merah". Beruang dianggap sebagai hewan pintar dan telah lama dikaitkan dengan budaya dan sejarah Rusia, bahkan menjadi maskot Olimpiade 1980.

    Simbol-simbol ini secara kolektif merepresentasikan warisan budaya, kekuatan, dan aspirasi Federasi Rusia di mata dunia.

    Rusia Tunda Regulasi Cryptocurrency