Sukses

Informasi Umum

  • PengertianPresidensi G20 adalah sebutan untuk negara yang menjadi ketua dalam penyelenggaraan G20. Itu dikarenakan G20 tidak memiliki ketua tetap. Jadi, fungsi presidensi dipegang oleh salah satu negara anggota yang berganti setiap tahunnya.

Berita Terkini

Lihat Semua
Topik Terkait

    Keuntungan Jika Indonesia Jadi Presidensi G20

    Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah menjelaskan, agenda G20 memang ditetapkan bersama, tetapi sebagai presidensi G20 Indonesia punya peran dan pengaruh besar dalam mengarahkan agenda pembahasan G20.

    " Dengan isu dan agenda yang tepat maka keputusan-keputusan yang diambil dalam G20 meeting diharapkan tidak hanya baik untuk perekonomian global tetapi bisa lebih menguntungkan Indonesia," kata Piter kepada merdeka.com, Senin (1/11/2021).

    Piter melanjutkan, keuntungan lain dengan posisi Indonesia sebagai tuan rumah, pemerintah bisa mengharapkan dampak positif dari hadirnya delegasi berbagai negara ke Indonesia. Ini akan sangat membantu pemulihan pariwisata dan industri di Indonesia.

    "Keuntungan lain adalah pada pengenalan ekonomi dan budaya Indonesia di tataran global," pungkas dia.

     

    Agenda yang Dibawa Saat Indonesia Jadi Presidensi G20

    Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Suminto mengatakan, Indonesia yang membawa tema Recover Together, Recover Stronger dalam presidensi G20 telah menyiapkan tiga pilar yang akan jadi dasar dalam menyusun agenda-agenda di tahun depan.

    "Pertama adalah meningkatkan produktivitas, kedua meningkatkan daya tahan dan stabilitas ekonomi dan keuangan, dan ketiga adalah mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," jelas Suminto kepada Liputan6.com, Senin (1/11/2021).

    Suminto menyampaikan, ketiga pilar itu akan jadi dasar agenda diskusi, baik dalam lingkup finance track maupun sherpa track. Salah satu agenda pembahasan penting pada finance track, yakni mengkoordinasikan kebijakan ekonomi dan keuangan global dalam memandu pemulihan ekonomi.

    "Setelah pandemi reda kan harus dilakukan policy exit, harus secara gradual kembali ke kebijakan yang normal. Itu kan harus terkoordinasi, tidak ada yang dirugikan oleh kebijakan negara lain, terutama negara lain yang exit-nya lebih cepat karena vaksinasi dan pemulihan ekonominya lebih cepat," urainya.

    Agenda kedua, mengatasi dampak scarring effect atau efek luka dari pandemi terhadap perekonomian. Ketiga, terkait sustainable finance yang akan membahas isu-isu soal iklim dan pembiayaan berkelanjutan.

     

    Jadi Presidensi G20 Indonesia Pimpin Pemulihan Ekonomi Dunia

    Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Suminto mengatakan, lewat presidensi G20 ini, Indonesia diharapkan dapat memimpin proses pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 pada tahun depan.

    "Maka Presidensi Indonesia juga diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi global yang lebih kuat, lebih inklusif, lebih seimbang, lebih berkelanjutan," kata Suminto kepada Liputan6.com, Senin (1/11/2022).

    "Oleh karenanya, tema Presidensi indonesia tahun depan, Recover Together, Recover Stronger. Jadi diharapkan negara-negara di dunia, tidak hanya anggota G20, tetapi seluruh negara-negara di dunia dapat melakukan pemulihan ekonomi secara bersama-sama, no country left behind," tuturnya.

    Pada presidensi G20 di 2022, Suminto menuturkan, Indonesia akan menggelar serangkaian pertemuan. Itu dibagi dalam tiga kategori, yakni dari level pekerja (working group), level menteri, hingga level kepala negara melalui konferensi tingkat tinggi (KTT).

    "Sepanjang 2022 kita akan melakukan banyak sekali pertemuan-pertemuan," ujar dia.