Sukses

5 Pemain Persebaya Kuliah di UM Surabaya, Kampus Siapkan Kurikulum Khusus

Liputan6.com, Surabaya - Lima pemain Persebaya Surabaya melanjutkan pendidikan Strata Satu di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Mereka adalah Rizky Ridho Ramadhani, Koko Ari, Andre Oktaviansyah, Alwi Slamat dan Mohammad hidayat.

Pemain Timnas Indonesia yang juga memperkuat Persebaya Surabaya, Rizky Ridho Ramadhani mengaku keputusan melanjutkan pendidikan tinggi di UM Surabaya ini merupakan bekal dalam melanjutkan karir di luar sepakbola. Dalam perkuliahan ini, Rizky memilih prodi Manajemen dengan konsentrasi managemen sport.

"Saya ambil prodi ini karena berkaitan dengan bidang saya, dan program beasiswa ini juga termasuk mereka memberikan kesempatan bagi para atlet. Kita juga diberi kemudahan dalam perkuliahan," ujarnya di UM Surabaya, Selasa (1/11/2022).

Untuk perkuliahan dan aktifitas latihan, Rizky menyebut akan dikomunikasikan dengan pihak kampus.

"Kemarin sempat bingung untuk membagi waktu antara kuliah dan jadwal latihan, setelah dengar pak rektor ada kemudahan dan kurikulum bagi para atlet yang kuliah disiapkan jadi saya bertekad kuliah," ucap pemain kelahiran Surabaya, 1 November 2001 ini.

Selain lima pemain Persebaya, ada juga Khusnul (Timnas Sepak Bola Amputasi), Fredo Dimas Saputro (Timnas Sepak Bola Amputasi), Samuel Eko Putro T (Timnas Futsal Indonesia dan Pemain Bintang Timur Surabaya), Aditya M Rasyid (Bintang Timur Surabaya) yang kini resmi menjadi mahasiswa baru tahun ajaran 2022/2023 di UM Surabaya.

Rektor UM Surabaya Sukadiono mengungkapkan, dengan adanya sejumlah atlet yang melanjutkan pendidikannya minimal ke tingkat Sarjana Satu, maka diharapkan tidak ada lagi cerita kelam para atlet zaman dulu.

"Ya minimal S1 lah, supaya tidak ada lagi cerita kelam atlet zaman dulu yang sudah pensiun dari dunia olahraga," ujarnya.

Hingga saat ini total ada 40 atlet yang diantaranya terdiri dari atlet panjat tebing, sepakbola amputasi, futsal, taekwondo, tapak suci, dan sepakbola timnas yang melanjutkan perkuliahan di UM Surabaya dengan program beasiswa atlet.

Suko menyebut, program beasiswa atlet ini diberikan sebagai penghargaan kepada para atlet yang sudah mengharumkan nama daerah, provinsi hingga negara.

"Biasanya para atlet ini tidak terlalu memikirkan pendidikan. Tapi kita ingin membantu mereka agar betul-betul memikirkan masa depannya setelah pensiun jadi atlet nanti. Tentu mereka bisa melanjutkan karirnya dengan bekal keilmuan yang dimiliki," ucap Suko.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Kurikulum Khusus

 

Suko menjelaskan, penghargaan yang dimaksud berbentuk beasiswa. Para atlet akan dibebaskan biaya pendidikan secara keseluruhan, baik DPP dan SPP. Pemberian beasiswa ini menurut Suko, juga sebagai apresiasi pihaknya atas kemauan dan kepedulian para atlet akan pendidikan tinggi.

Sebagai kampus yang konsern dengan pendidikan atlet, UM Surabaya juga menyiapkan kurikulum khusus yang berbeda dengan mahasiswa reguler.

"Kurikulum khusus ini dibentuk untuk menyesuaikan aktifitas latihan mereka, sehingga perkuliahannya tidak terganggu. Jadi tidak harus datang kekampus belajar tatap muka.Tapi diberikan kurikulum yang memungkinkan mereka belajar dari mana saja, baik secara daring maupun penugasan," ujarnya.

Selain kurikulum khusus, lanjut, Suko, jika pihaknya juga menyediakan prodi dengan konsentrasi khusus yang hanya diikuti para atlet. Seperti prodi Managemen dengan konsentrasi sport managemen. "Konsentrasi ini jadi tambahan mata kuliah khusus untuk menunjang karir sebagai atlet," ucapnya.

UM Surabaya juga menyiapkan dosen pengampu dengan prodi diberikan kemampuan khusus. Paling tidak memahami dunia olahraga, melalui short course. Agar para dosen bisa menangani dan melayani perkualiahan para atlet dengan baik.

Suko juga mengupayakan kampus inovasi ini juga disebut kampusnya para atlet. Sebab, jumlah 40 mahasiswa atlet olahraga yang berkuliah di UM Surabaya, prosentasenya masih sangat kecil dibanding 8.000 mahasiswa UM Surabaya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS