Ratusan Musisi Meriahkan Festival Angklung Bandung, Ade Astrid Ajak Jaga Budaya

Bandung Kota Angklung Festival menghadirkan ratusan musisi dan menjadi ajang mengajak generasi muda menjaga kelestarian budaya Sunda.

Diterbitkan 11 Juli 2026, 22:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Di balik gemerlap panggung dan riuh tepuk tangan ribuan penonton, tersimpan perjalanan panjang Ade Astrid yang tak pernah meninggalkan akar budayanya.

Penyanyi Sunda yang kini menjadi salah satu ikon musik tradisional Jawa Barat itu kembali membuktikan, ketekunan dan kecintaan terhadap budaya mampu mengantarkannya menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Momen tersebut terlihat saat Ade Astrid tampil memukau dalam Bandung Kota Angklung Festival yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung.

Berkolaborasi dengan lebih dari 500 musisi, pegiat seni, dan pemain angklung muda, penampilannya bukan sekadar hiburan, melainkan simbol estafet pelestarian budaya Sunda.

Penyanyi bernama asli Astrid Fitria Sari itu tampil membawakan lagu-lagu Sunda yang telah melekat di hati masyarakat. Harmoni angklung yang dimainkan ratusan anak muda berpadu dengan karakter vokalnya, menciptakan suasana haru sekaligus membangkitkan kebanggaan terhadap budaya lokal.

Bagi Ade Astrid, berada di panggung sebesar itu bukanlah perjalanan yang instan. Kesuksesannya lahir dari proses panjang, kerja keras, serta konsistensi mempertahankan identitas sebagai penyanyi Sunda ketika industri musik terus berubah mengikuti tren.

"Saya percaya budaya Sunda memiliki keindahan yang luar biasa. Tugas kita adalah terus memperkenalkannya kepada generasi berikutnya agar tidak pernah hilang," ujar Ade Astrid.

 

Perayaan Budaya

Di hadapan ribuan warga yang memadati Plaza Balai Kota, Ade Astrid mengajak masyarakat bernyanyi bersama. Suasana festival pun berubah menjadi perayaan budaya yang menyatukan berbagai generasi dalam satu irama.

Menurut dia, angklung bukan sekadar alat musik tradisional, tetapi merupakan identitas budaya yang harus terus dijaga bersama.

"Angklung bukan sekadar alat musik, tetapi identitas budaya yang harus terus kita jaga bersama. Saya bangga melihat begitu banyak anak muda yang masih mencintai dan memainkan angklung," ucap Ade Astrid.

Pelantun lagu "Jayanti" itu juga meyakini kolaborasi antara seniman senior dan generasi muda menjadi kunci agar seni tradisional tetap hidup di tengah derasnya arus modernisasi.

"Kalau generasi muda terus diberi ruang untuk berkarya dan tampil, saya yakin budaya Sunda tidak akan pernah kehilangan penerusnya. Justru akan semakin dikenal luas, bahkan hingga mancanegara," papar Ade Astrid.

 

Pelestarian Budaya

Bandung Kota Angklung Festival menjadi bukti, pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui edukasi, tetapi juga lewat pertunjukan yang mampu menyentuh hati masyarakat.

Pemerintah Kota Bandung menghadirkan festival ini sebagai upaya memperkuat identitas Bandung sebagai Kota Angklung sekaligus menjaga warisan budaya dunia agar tetap lestari.

Menutup penampilannya, Ade Astrid menyampaikan pesan yang mencerminkan perjalanan hidupnya sebagai seniman yang tumbuh bersama budaya Sunda.

"Budaya tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus dimainkan, dirasakan, dan diwariskan. Festival seperti ini menjadi cara terbaik untuk memastikan angklung tetap bergema dari generasi ke generasi," jelas Ade Astrid.

Kolaborasi Ade Astrid bersama ratusan musisi angklung menjadi pengingat, kesuksesan sejati bukan hanya tentang popularitas, melainkan tentang bagaimana seseorang tetap setia pada jati dirinya dan mampu menginspirasi orang lain untuk mencintai warisan budaya bangsa.