4 Jam Penyisiran, SD Srengseng Sawah Jaksel Dipastikan Aman Usai Ancaman Bom

Satu orang ditangkap terkait teror ancaman bom.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 17:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • SDN 15 Srengseng Sawah menerima ancaman bom via WhatsApp, menghentikan MPLS.
  • Penyisiran K9 dan CCTV memastikan sekolah aman setelah 4 jam, tidak ada barang mencurigakan.
  • Polisi menangkap MY (34) terkait ancaman bom; motif masih didalami penyidik.

Liputan6.com, Jakarta - Anjing pelacak atau K9 dikerahkan menyisir Sekolah Dasar Negeri (SDN) 15 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, pascaancaman bom. Closed Circuit Television (CCTV) milik sekolah dan area sekitar juga turut diperiksa.

Setelah empat jam dilakukan penyisiran hingga pukul 13.00 WIB, kawasan sekolah dipastikan aman.

"Setelah disisir beberapa jam, lebih kurang dari 4jam, itu tidak ada ditemukan ya barang-barang yang mencurigakan," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, kepada wartawan di lokasi, Senin (13/7).

Meski sudah dinyatakan aman, pihaknya masih tetap melakukan pengamanan di sekolah tersebut.

"Untuk pengamanan tetap kita masih ada di sini di sekitar sini karena memang dari Polres, dari Polsek yang menangani untuk mencari barang bukti untuk menindaklanjuti kasus yang ada," ujarnya.

Pengamanan yang dilakukan untuk memastikan anak didik di sekolah tersebut benar-benar dan kegiatan belajar mengajar berlangsung sama.

 

1 Orang Ditangkap

Polisi telah melacak nomor peneror sekolah. Satu orang inisial MY (34) juga diamankan.

"Untuk pelaku satu orang inisial MY, alamat di sekitar lokasi kejadian sekolah, sudah diamankan. Masih dalam pendalaman penyidik terkait tujuan dan motif dari yang bersangkutan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.

Sebelumnya, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026), sempat dihentikan setelah sekolah menerima ancaman bom melalui WhatsApp. Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror kemudian diterjunkan untuk mensterilisasi lokasi.

Selama proses pemeriksaan berlangsung, seluruh siswa, guru, serta orang tua murid dievakuasi ke luar area sekolah sebagai langkah pengamanan.

Reporter: Nur Habibie

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6