Zee Asadel Jadi Runi di 'Filosofi Teras', Ungkap Cara Menyikapi Rencana yang Tak Sesuai Harapan

Zee Asadel mengaku tertekan berperan sebagai Runi di film Filosofi Teras. Kenapa? Cari jauh di sini!

Diterbitkan 29 Oktober 2026, 16:28 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Film Filosofi Teras, dibintangi Zee Asadel sebagai Runi, tayang 24 Desember 2026.
  • Zee memaknai "amor fati" sebagai percaya rencana Tuhan terbaik, dari masa sulitnya.
  • Film adaptasi buku laris Henry Manampiring, bukan tentang sikap bodo amat.

Liputan6.com, Jakarta - Zee Asadel memerankan Runi, adik bungsu Nea, dalam film Filosofi Teras produksi MD Pictures. Poster terbarunya dirilis di MD Place Tower, Jakarta, Selasa (27/10), dan filmnya siap tayang mulai 24 Desember 2026.

Di poster, Nea tampak menggenggam cangkir bertuliskan "amor fati", ungkapan filosofis yang berarti mencintai takdir. Zee pun ditanya bagaimana ia memaknai nilai tersebut dalam kehidupannya sendiri.

Percaya Rencana Tuhan Selalu Terbaik

Zee mengaku selalu bersyukur ketika rencana hidupnya tidak berjalan sesuai keinginan. Baginya, kapasitas manusia untuk membuat rencana ada batasnya.

"Kalau di kehidupan aku sendiri, aku merasa rencana Tuhan itu selalu yang terbaik," ungkap Zee Asadel.

Zee menegaskan nilai itu sudah ia pegang sebelum terlibat di proyek ini. Pemahaman tersebut tumbuh dari masa-masa sulit yang pernah ia lewati.

"Karena kadang sebagai manusia pada umumnya aku juga pernah melewati masa-masa sulit dalam hidup aku. Di situ aku mungkin lebih kayak banyak sekali belajar untuk mencintai diri sendiri dan mengerti diri sendiri lebih dari yang lain," tuturnya.

Tertekan Setelah Tahu dari Buku Mega-Bestseller

Zee awalnya hanya menerima tawaran dalam bentuk skenario. Ia baru merasa tertekan setelah tahu film ini diadaptasi dari buku karya Henry Manampiring yang sangat laris.

"Wah, aku pressure justru setelah tahu kalau ini buku. Karena awalnya justru aku enggak tahu kalau ini berasal dari buku yang udah mega-bestseller sekali," kenang Zee.

Terasnya Ada di Film

Henry sempat meminta tim penulis menghadirkan adegan teras yang memuat filosofi dan ajaran, supaya penonton yang belum membaca bukunya tidak bingung. Ia menilai permintaan itu sudah terwujud di layar.

"Dan saya pikir sih sutradara Affandi sudah berhasil meng-capture itu ya," ujar Henry Manampiring.

Di sisi lain, Affandi Abdul Rachman menepis anggapan bahwa film ini mengajarkan sikap bodo amat.

"Bukannya kita cuek aja beneran, tapi kita justru lebih menghargai rasa emosi yang ada di dalam diri kita," jelas Affandi Abdul Rachman.

Sinopsis

Nea (Sherina Munaf) adalah anak tengah yang menanggung ekonomi keluarga sejak ayahnya meninggal. Mimpinya runtuh saat sepupunya menagih rumah keluarga yang dijadikan jaminan sang ayah. Terimpit utang warisan ratusan juta, dipandang sinis oleh kakaknya, Abi (Rangga Nattra), dan harus membiayai kuliah adiknya, Runi (Zee Asadel), Nea berada di ambang batas kewarasannya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Yang Yang dan Chen Duling Reuni di Drama China Modern 'Kiss in the Wind'

Matias Purwanto, Rahmi SafitriTim Redaksi
Copy Link
Batalkan