Film Menang untuk Kalah Soroti Bahaya Gaya Hidup Konsumtif Besar Pasak daripada Tiang

Penulis naskah ingin film Menang untuk Kalah menjadi refleksi bagi penonton agar lebih berhati-hati dalam mengelola kehidupan dan keuangan keluarga.

Diterbitkan 20 September 2026, 14:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ego Laki-Laki

Beban utang yang semakin menumpuk membuat Bima mengambil sejumlah keputusan tanpa terlebih dahulu berdiskusi dengan istrinya. Aktor utama Surya Saputra menyoroti persoalan ego laki-laki yang terkadang membuat seorang suami merasa harus menyelesaikan seluruh masalah seorang diri.

Di tengah konflik ekonomi yang semakin pelik, sosok nenek dalam keluarga Bima hadir sebagai tempat berlabuh bagi anggota keluarga. Aktris senior Yessy Gusman menilai film ini memiliki nilai penting karena berusaha menggambarkan persoalan sosial secara apa adanya.

"Film ini jadi istimewa karena menggambarkan kejujuran, jadi apa adanya. Ini juga film sebagai bentuk kepedulian kita dengan apa yang terjadi di masyarakat," tandas Yessy Gusman.

Tayang 19 November 2026

Film Menang untuk Kalah dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 19 November 2026. Putri Ziani yang turut membintangi film tersebut mengatakan, kisah yang dihadirkan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari karena konflik yang dialami para karakternya berkembang secara bertubi-tubi.

"Film ini dekat banget dengan kehidupan sehari-hari tapi dikemas dengan konflik yang bertubi-tubi. Pokoknya seru," ucap Putri Ziani.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan