Abdel Terbang dari Amerika Langsung ke Makam Temon, Menangis Sedih

Ketika Temon meninggal dunia, Abdel sedang berada di Amerika Serikat untuk menikmati liburan. Simak selengkapnya di sini yuk...

Diterbitkan 20 Juli 2026, 14:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Abdel langsung mengunjungi makam Temon setibanya dari Amerika.
  • Abdel menangis cukup lama di makam, menunjukkan kesedihan mendalam.
  • Persahabatan Abdel dan Temon sudah terjalin 30 tahun, seperti keluarga.

Liputan6.com, Jakarta - Sahabat karib Temon, Abdel Achrian tengah berlibur ketika mendengar kabar Simson Rarameha Ngadang alias Temon meninggal dunia. Pulang dari Amerika, Abdel langsung mendatangi makam Temon di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Istri Temon, Mae mengungkap komunikasi awal justru terjalin lewat anak sulungnya, Rico, yang memang dekat dengan Abdel.

"Iya, sama Rico anaknya kontakannya sama Rico ya karena kan memang sebelum istilahnya masih masa hidupnya almarhum, Rico memang sering ikut Papanya kan, ikut acara sama Abdel, barengan sama manajemen mereka," ujar Mae saat ditemui di rumah duka, kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2026).

Abdel Hubungi Keluarga Temon dari Amerika

Mae menceritakan Abdel sempat menelepon saat keluarga masih berada di gereja dan di rumah duka. Kabar kepulangan Abdel ke Jakarta pun langsung disampaikan lewat Rico sebelum akhirnya ia benar-benar datang.

"Sempat telepon di waktu kita di gereja juga, waktu istilahnya di rumah duka, Abdel juga sempat telepon. Terus ngabarin sama Rico juga kan, kayaknya udah diinfo juga kan kalau dia, beliau datang ke Jakarta, maksudnya pulang, langsung mau ke makam," ujar Mae.

Abdel Langsung ke Makam Temon Setiba di Indonesia

Setibanya di Jakarta, Abdel disebut langsung menuju makam Temon terlebih dahulu sebelum mampir ke rumah duka menemui keluarga. Kunjungan tersebut menjadi momen mengharukan bagi Mae dan keluarga besar Ngadang.

"Jadi udah ngubungin Rico, Abdel ke sana, terus mampir ke rumah, pulang dari makam. Mampir ke sini, nemuin kita," ujar Mae.

Mae mengungkap Abdel sempat menyampaikan rasa tidak percaya sekaligus belasungkawa atas kepergian sahabatnya tersebut. Untuk mengalihkan kesedihan, keduanya justru banyak mengenang masa-masa kebersamaan mereka dulu.

"Ya, nggak nyangka, turut berduka cita. Nggak nyangka, jadi dia. Mungkin untuk ngilangin sedih kita, kita ngomongin masa-masa," ujar Mae.

Abdel Menangis Cukup Lama

Meski begitu, Mae mengaku Abdel sempat menangis cukup lama saat berada di makam Temon. Kondisi matanya bahkan terlihat bengkak akibat menangis.

"Dia bilang apa matanya, matanya kayak bengkak ya. Sampai nangis terus di sana juga," ujar Mae.

Persahabatan Abdel dan Temon sendiri sudah terjalin sejak keduanya masih sama-sama lajang, sekitar 30 tahun lalu. Mae menyebut kedekatan itu bukan hanya sebatas teman, melainkan sudah seperti keluarga sendiri.

"Iya. Ya bisa dibilang gitu ya. Karena Abdel juga temenan banget, apa istilahnya nggak cuma teman sih, sama adik-adik, sama Papanya Dini juga dulu," ujar Mae.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Film Anak-Anak Bambu Hadirkan Kisah Hangat tentang Arti Keluarga, Siap Tayang 23 Juli 2026

Wulan Noviarina AnggrainiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan