Lewat The Scene, Bottlesmoker Hingga Duo Twineester Bahas Cara Anak Muda Jaga Tradisi

Serial terbaru Vidio, The Scene Living and Lifestyle in Southeast Asia, jadi panggung bagi anak muda kreatif. Duo Twineester dan Bottlesmoker berbagi cerita.

Diterbitkan 03 Juni 2026, 08:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Ada momen kayak ketampar local distance, kayak ketinggalan zaman. Ketika kita pelajari ke masyarakat adat, ternyata sangat modern, futuristik. Kayak rumah culture, konsep sustainable. Makanya kami bawa ke atas panggung, kayak nanas sebagai simbol selamat datang. Itu kami bawa ke atas panggung untuk perform bersama kami," tutur Agung.

 

Tak Hanya Berdampingan

Ryan menegaskan kembali bahwa antara budaya tradisional dan perkembangan zaman tidak harus saling berbenturan. Keduanya justru memiliki peran penting untuk saling melengkapi.

"Enggak hanya berdampingan tapi saling mengisi, harus saling beradaptasi. Berdampingan bukan berarti dicampuradukan, tapi saling mengisi dan maknanya tetap ada," imbuhnya.

 

Perubahan Perspektif

Lebih jauh, Agung menyoroti perlunya perubahan perspektif dalam industri kreatif agar lebih menghargai potensi yang ada di lingkungan sekitar. Ia berpendapat, kekayaan budaya lokal merupakan kunci utama untuk membuat proyek musik tampil beda dan unggul.

"Mungkin di musik persepsi tentang potensi yang ada di budaya lokal, di sekitar kita. Mungkin banyak yang melihat ke budaya Barat yang dianggap keren, lebih maju. Padahal di lokal banyak potensi yang bisa diangkat dan membuat proyek musik jadi unik dan punya kelebihan," pungkas Agung.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
M Altaf Jauhar, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan