Ngamen di Solo, Rhoma Irama Sempat Ribut dengan Ormas PKI

Keinginan Rhoma untuk belajar ilmu agama di Jombang harus tertunda karena dirinya memilih belajar di Solo.

Diterbitkan 07 November 2013, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Karena biaya sekolahnya makin tinggi, untuk mencukupinya Benny maupun Rhoma kemudian menjual beberapa potong bajunya. Meski setiap hari mengamen, penampilan mereka tetap seperti orang kaya. Sebagai anak dari keluarga cukup, pakaian mereka memang bagus- bagus. Celana blue jeans buatan luar negeri yang belum dipakai banyak orang. Bahkan Benny mengenakan sepatu bermerk yang waktu itu sangat terkenal dan langka, yang tentu saja mahal harganya.Setiap kali mereka mengamen di rumah atau di jalan-jalan di sepanjang kota Solo banyak di antara penonton yang bertanya-tanya, kenapa anak-anak muda sekeren mereka ngamen. Termasuk di antaranya Mas Gito, rekan dekat mereka saat berada di Solo. Mas Gito yakin bahwa kelompok pengamen yang satu ini adalah anak-anak keluarga kaya. Begitu penasarannya, sampai-sampai Mas Gito mendesak mereka untuk membawanya ke Jakarta.

Sebaliknya, Benny dan kawan-kawannya justru memanfaatkan Mas Gito untuk kepentingan mereka. Karena mereka tidak ingin mencemaskan orangtua, mereka mengabarkan bahwa sekarang ini mereka bekerja di Solo dan mengaku bekerja di sebuah perusahaan mobil milik Mas Gito. Mas Gito inipun kemudian mereka ajak ke Jakarta dan menginap di rumah mereka. Sandiwara mereka berhasil mengelabui orangtua mereka. Tapi, setahun bersekolah di St Yoseph, Rhoma ternyata tidak lulus ujian.

Keberadaan Rhoma dan kakaknya di kota ini dirasa sudah tidak aman lagi, karena mereka pernah berkelahi dengan kelompok Pemuda Rakyat, salah satu ormas PKI yang ganas . Ini terjadi sekitar tahun 1964. "Kalau Oma lulus, berarti kamu semua terus tinggal di Solo. Tapi, karena Oma tidak lulus, maka ia harus bersedia diajak pulang ke Jakarta," ujar Benny. Di Jakarta, Rhoma kemudian melanjutkan sekolah di SMA 17 Agustus sampai akhirnya lulus tahun 1964. Ia kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Sosial Politik Universitas 17 Agustus, tapi hanya bertahan satu tahun. Lagi-lagi Rhoma lebih tertarik ke dunia musik!.(Adt/Bs)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan