6 Fakta Hanung Bramantyo Syuting Film Children of Heaven, Bukan Sekadar Copy Paste Versi Iran

Hanung Bramantyo pernah nonton Children of Heaven versi Iran saat kuliah dan jatuh hati pada gaya bertutur sineas Majid Majid yang mengusung neorealisme.

Diterbitkan 16 Mei 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Versi Indonesia, latarnya dekade 1980-an, era ketika jilbab tidak diperbolehkan negara. “Ada larangannya,” imbuh Hanung Bramantyo lalu menyatakan, “Itu saja sudah beda. Jadi kalau dibilang copy paste, saya rasa itu terlalu terburu-buru tetapi plotnya enggak bisa ngawur.”

2. Tema Tahun 1997, Relevan Hingga Kini

Children of Heaven diproduksi tahun 1997 atau hampir 30 tahun lalu. Pertanyaannya, masih relevankah tema film itu diangkat tahun ini? Jawabnya masih. Menurut Hanung Bramantyo, saat ini Indonesia menghadapi banyak fakta sosial pahit yang menimpa anak-anak usia sekolah.

Ada anak jualan tisu tertabrak mobil lalu meninggal. Ada anak (maaf) mengakhiri hidup gara-gara buku. Ada anak meninggal dunia diduga karena tiap hari pakai sepatu kekecilan hingga kena infeksi. Semua ini memilukan hati Hanung Bramantyo yang juga ayah 6 anak.

“Apa yang harus dilakukan ketika berhadapan sama situasi seperti itu? Kita enggak boleh merengek. Kita tidak boleh menjual kesedihan, tapi harus berusaha untuk berdaya,” ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan Liputan6.com di Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Karenanya, Hanung Bramantyo mendedikasikan Children of Heaven untuk orang tua yang berjuang dan berkorban demi kebahagiaan anak. Juga, untuk anak-anak yang tangguh bergulat dengan masalah hidup sembari menjaga martabat dan integritas mereka. 

 

3. Pesan Khusus dari Majid Majidi

Masalah sosial yang dihadapi anak-anak dan tergambar dalam Children of Heaven hendaknya dijadikan renungan bersama. Hanung Bramantyo lantas terkenang pesan sineas Majid Majidi untuknya, yakni jangan menjual kesedihan dalam Children of Heaven versi Indonesia.

“Jangan menjual kemiskinan, kesedihan, tapi yang paling penting ketika ada di situasi yang sangat terbatas, terimpit, maka kita harus tetap menjaga martabat sebagai manusia. Tidak boleh jatuh (mengiba) belas kasihan orang lain apalagi menjual harga diri,” kenangnya.

 

4. Ogah Muncul dalam Children of Heaven

Bukan rahasia lagi, Hanung Bramantyo kerap muncul di filmnya sendiri dari era Perempuan Berkalung Sorban, Hijab, Habibie&Ainun, hingga La Tahzan. Lantas, apakah ia akan muncul dalam Children of Heaven? Ternyata tidak.

“Setiap kali saya muncul di film saya sendiri, filmya enggak laku. Jadi saya enggak mau ha ha ha! Di Habibie & Ainun saya muncul ya? Ah, tapi antagonis. Habibie & Ainun itu blessing sih,” cetusnya. Habibie & Ainun ditonton 4,6 jutaan orang.

 

5. Syuting Sehat Ala Anak Sekolah

Menggarap film Children of Heaven, Hanung Bramantyo menerapkan sistem syuting sehat. “Saya mau syuting kayak anak-anak sekolah. Pagi jam 7 sampai sore. Break dulu baru setelah itu kita lanjut sampai jam 6, jam 7. Setelah itu, sudah selesai,” tutur Hanung Bramantyo.

Ada kalanya, syuting merekam adegan pada malam hari. Hanung Bramantyo tak kurang akal. “Ini adegannya malam jadi panggilan syutingnya dari sore. Maka, sore sampai jam 12 malam jadi anak-anak siang istirahat dulu. Bisa tidur dulu,” paparnya, panjang.

 

6. Belajar Tangguh dari Karakter Ali dan Zahra

Meski ujung tombak Children of Heaven adalah dua tokoh anak, bukan berarti orang dewasa enggak akan terkoneksi dengan kisah mereka. Sebaliknya, Hanung Bramantyo yang sudah berusia kepala lima pun belajar banyak dari tokoh Ali (Jared Ali) dan Zahra (Humaria Jahra).

“Ketika sepatu hilang, logikanya anak itu menangis lalu minta tolong pada orang yang lebih dewasa. Ini enggak. Kedua anak ini, berusaha memecahkan persoalan tanpa memberi tahu orang tua mereka karena takut membuat ayah ibu merana,” beber Hanung Bramantyo.

Anak-anak dalam Children of Heaven punya empati terhadap orang tua dan sesama. Ali dan Zahra menjaga martabat meski berasal dari keluarga miskin hingga akhirnya bisa menjemput kebahagiaan. Bagaimana dengan kita yang sudah dewasa?

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan