Ahmad Dhani Sebut Ada Kemunduran Adab di Ruang Digital
Dhani pun membandingkan hilangnya akses komunikasi itu dengan kondisi iklim politik di masa lalu. Ia merasa ada perbedaan yang signifikan mengenai cara hukum bekerja di ruang digital antara dulu dan sekarang.
"Dalam dinamika politik paling tajam di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, hak digital saya tetap dihormati hukum. Kala itu, penonaktifan akun wajib melalui koridor pelaporan kepolisian dan prosedur yang terang benderang. Namun hari ini, akun terverifikasi bisa dilenyapkan dalam sekejap tanpa jejak legalitas. Kita sedang menyaksikan kemunduran dalam beradab di ruang digital," ujar Dhani.
Meskipun saat ini sudah ada langkah komunikasi dengan pihak kementerian untuk mengembalikan akun tersebut, hal itu belum dianggap menyelesaikan inti permasalahan. Dhani menekankan bahwa sekadar mengembalikan akun tidak cukup tanpa adanya perbaikan sistem yang transparan.
"Meski Kementerian Komdigi dikabarkan telah melayangkan permintaan resmi untuk reaktivasi akun ADP, langkah itu hanyalah pemulihan gejala, bukan penyembuhan akar masalah. Pertanyaan fundamentalnya tetap tidak terjawab: Bagaimana sistem kita membiarkan penonaktifan instan terjadi tanpa transparansi?" kata dia.Â
Ahmad Dhani Desak Instagram Klarifikasi
Dhani mendesak adanya penjelasan terbuka agar publik mengetahui sosok yang mampu menggerakkan platform sebesar Instagram untuk melakukan tindakan sepihak. Dhani berharap ruang digital tidak lagi menjadi tempat bagi pihak yang ingin bergerak secara sembunyi-sembunyi.
"Kami mendesak klarifikasi terbuka dari pihak Instagram maupun otoritas terkait, untuk mengungkap dalang di balik intervensi ini. Ruang digital Indonesia tidak boleh dikendalikan oleh 'tangan-tangan gelap' yang beroperasi di luar mandat keadilan. Apabila praktik ini dibiarkan tanpa penjelasan, maka tidak ada satu pun warga negara yang benar-benar aman dari potensi kesewenang-wenangan digital," pungkas Ahmad Dhani.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5278157/original/068513700_1752055724-Gambar_WhatsApp_2025-07-09_pukul_15.38.56_d63343b4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1305836/original/000066600_1470156158-ahmad-dhani.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5278173/original/041917900_1752056134-Gambar_WhatsApp_2025-07-09_pukul_15.38.55_cbc7aa75.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8725897/original/037599500_1782816056-top_ii.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259857/original/023967900_1781515696-063_1358319252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7686833/original/063789700_1780483581-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_3.57.57_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6316767/original/033447300_1779190893-WhatsApp_Image_2026-05-19_at_5.08.30_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5669127/original/039040200_1778418361-maia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565275/original/026617000_1777017041-IMG-20260424-WA0001.jpg)