Ammar Zoni Menangis Saat Tulis Pleidoi, Curhat Cobaan Hidup yang Datang Bertubi-tubi

Penyusunan pleidoi butuh waktu lama karena banyak detail yang ingin disampaikan Ammar Zoni. Ia dan pengacara Jon Mathias bertemu di lapas lima jam.

Diterbitkan 01 April 2026, 21:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ammar Zoni bersiap menghadapi sidang pleidoi atas perkara dugaan peredaran narkotika di penjara. Dalam kunjungannya ke lapas, kuasa hukum Jon Mathias mendampingi Ammar Zoni untuk menyusun nota pembelaan pribadi yang berisi perjalanan hidupnya. Jon Mathias menjelaskan, kunjungan itu bertujuan memberi arahan terkait penyusunan pleidoi kasus narkoba. Jon Mathias menyebut kliennya berhasil menuangkan isi hati ke dalam tulisan.

"Kami datang ke lapas itu dalam rangka mengedukasi Ammar untuk penyusunan pleidoi pribadi. Alhamdulillah dia sudah menyusun pleidoi tersebut. Kami datang tadi jam 2, baru berakhir karena membantu mengedukasi dia menyusun pleidoi," ujar Jon Mathias di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026).

"Yang intinya, ya dia kan menceritakan gimana riwayat hidup dia, sampai dia berpisah juga, kemudian juga kenapa dia sampai mengenal narkotika. Kemudian bagaimana kehilangan anaknya, kemudian meninggalnya bapaknya. Jadi semua dia susun dengan baik. Ya tentu kami sebagai penasihat hukum lebih mengedukasi dia ke masalah hukumnya," Jon Mathias menambahkan.

Penyusunan pleidoi memakan waktu lama karena banyak detail yang ingin disampaikan Ammar Zoni. Jon Mathias menceritakan pertemuan mereka di dalam lapas hingga 5 jam demi mematangkan naskah pembelaan.

"Sudah pastilah, ini sudah jam 7 lebih, berarti 5 jam. Menurut kami ya tadi sudah dibaca, sudah apa, ya kami sudah menceritakanlah semua bagaimana sampai dia bisa kena narkotika ini berkali-kali," katanya.

Selama proses penulisan, suasana haru menyelimuti pertemuan antara pengacara dan klien. Ammar Zoni harus menggali kembali memori masa lalu. Jon mengungkap, mantan suami Irish Bella itu tak kuasa menahan air mata saat mengingat cobaan hidup yang datang bertubi-tubi.

"Ya dalam membacakan itu ke kami ya, dalam menyusun itu dia banyak menangis. Dia dalam membacakan pleidoi itu kalau kita menengok riwayat hidupnya, ya luar biasa juga, itu bisa menangis, sedih juga. Bagaimana dia ibaratnya merintis karier. Bagaimana penderitaannya ditinggal adiknya yang adik pertamanya perempuan dulu meninggal, kemudian ibunya meninggal juga, ya kan, sampai bapaknya meninggal dalam keadaan dia yang sangat butuh supporting dari orang-orang yang dia cintai," tutur Jon Mathias.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Selain faktor kehilangan keluarga, Ammar Zoni menuliskan bagaimana ia menghadapi kenyataan pahit dalam kehidupan rumah tangga. Kuasa hukumnya melihat sisi kemanusiaan yang sangat dalam dari setiap kalimat yang dirangkai Ammar Zoni dalam nota pembelaan tersebut. "Majelis hakim ini kan seorang wanita, seorang ibu, pasti beliau mempunyai rasa keadilan dan kemanusiaan untuk Ammar. Apalagi Ammar ini kan masih muda, masih panjang masa depannya. Anak-anaknya masih kecil, butuh bimbingan dia walaupun sudah bercerai. Tapi kan enggak ada mantan ayah, mantan anak enggak ada. Jadi mudah-mudahan hakim akan mempertimbangkan itu," ungkapnya.  

Halaman
Show All
M Altaf Jauhar, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan