Konser Dream Theater: Puncak Kerinduan Metal Head yang Terbayar

Bukan Dream Theater namanya kalau tidak memberikan kejutan dalam konser band ini di Jakarta pada, Sabtu (8/2/2026) malam.

Diterbitkan 08 Februari 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tidak salah jika dibilang lagu ini sangat padat. Inilah harmoni tingkat tinggi yang disuguhkan para virtuoso.

Suguhan selanjutnya adalah rangkaian lagu dari album Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory.

"Inilah bagian terindahnya. Selamat datang di 40th anniversary tour. Lanjut?," kata LaBire kepada para metal head.

"Yeaah,' teriak para penonton.

Dimulai dari "Overture 1928", kemudian "Strange Deja Vu," "Through My Words" hingga "Fatal Tragedy." Dream Theater benar-benar mengobati kerinduan para fans di Tanah Air, setelah konser terakhir mereka yang juga digelar di Ancol tahun 2023.

Tampilkan Kejutan

 

Bukan Dream Theater namanya kalau tidak memberikan kejutan. Saat membawakan lagu "Peruvian Skies" dari album Falling into Infinity, terselip intro "Wish You Where Here." Sontak penonton riuh lantaran tidak terduga.

Pun begitu ketika membawakan "As I Am," terselip penggalan melodi lagu "Wherever I May Roam" milik Metallica.

Asik, medley ini seolah menunjukkan sikap respect Dream Theater terhadap karya para seniman dalam bermusik.

 

Momen Emosional

Bukan hanya musik keras yang tersaji dalam konser kemarin malam. Lagu balada juga dimainkan. Dan iya, "The Spirit Carry On" adalah jawabannya.

Momen emosional bangkit ketika lantunan piano di awal lagu dibarengi dengan nyala flash HP semua penonton. Suasanya konser berubah menjadi intim dan syahdu. Menempatkan lagu ini di puncak tertinggi hati para penonton.

Makna lagu tentang mengatasi rasa takut sebuah kematian, meyakini bahwa jiwa adalah abadi. Syair-syairnya juga menawarkan ketenangan, harapan hingga pesan mendalam bahwa kematian hanya transisi.

"If I die tomorrow i'd be all right because I believe, that after we're gone the spirit carries on." Semua larut dalam suasana.

"Pull Me Under" menjadi puncak pertunjukan Dream Theater. Disambut energik oleh para penonton. Menunjukkan semangat mereka belum padam. Jam menunjukkan pukul 22.45 WIB. Namun, lagu yang direkam tahun 1991 ini menjadi salam perpisahan dan sekaligus sebuah pesan bahwa torehan yang diraih oleh Dream Theater selama ini, bukan instan namun sebuah milestone. (Yacob Biliocta/ Liputan6.com)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Tim Showbiz, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan