Iwan Fals Guncang HUT ke-31 Indosiar dengan Lagu Stecu-Stecu, Ternyata Sering Diputar Saat Karate

Sang Maestro Iwan Fals sukses buat panggung HUT ke-31 Indosiar bergemuruh lewat lagu viral "Stecu-Stecu".

Diterbitkan 12 Januari 2026, 07:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Iwan Fals sukses membawakan lagu "Stecu-Stecu" di HUT ke-31 Indosiar.
  • Lagu "Stecu-Stecu" awalnya playlist latihan karate Iwan Fals bersama muridnya.
  • Iwan Fals butuh empat kali latihan karena logat lagu "Stecu-Stecu" yang sulit.

Liputan6.com, Jakarta - Musisi legendaris Iwan Fals berhasil membuat seisi panggung HUT ke-31 Indosiar Luar Biasa bergemuruh. Penampilannya kali ini sukses mencuri perhatian karena ia membawakan lagu yang tengah populer di media sosial, yakni "Stecu-Stecu".

​Penampilan luar biasa dari musisi berjuluk Sang Maestro ini membuat seluruh penonton ikut berdendang dan bergoyang. Namun, siapa sangka ada cerita unik di balik pemilihan lagu yang dipopulerkan oleh Faris Adam tersebut.

“Saya di rumah kan ada rutin karate, saya latihan Selasa-Jumat sama anak-anak gitu ya. Saya suka tanya sama mereka kalau misalnya latihan, putar-putar lagu gitu. Nah 'Stecu-Stecu' jadi playlist buat latihan,” ujar Iwan Fals di Studio 6 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, Minggu, (11/1/2026).

Siapa sangka, berawal dari sekadar lagu penyemangat saat latihan karate bersama murid-muridnya di rumah, lagu tersebut akhirnya dibawakan di atas panggung atas permintaan pihak Indosiar. "Indosiar minta lagu itu, ya alhamdulillah," tambahnya.

Logatnya Susah, Agak Canggung

Sukses membawakan lagu tersebut, ternyata sang musisi legenda tersebut mengaku dirinya tidak hafal lagu tersebut karena membutuhkan waktu lama karena logatnya yang susah.  “Kalau (langsung) hafal, enggak. Saya butuh waktu lama karena logatnya susah ya, agak canggung juga." Ujarnya. 

Dirinya mengaku bahwa sudah beberapa kali jalani latihan untuk menghafal lagu tersebut. “Empat kali latihan untuk ngapalin lagu tersebut dan mencari maksudnya apa sih lagu itu,” tutupnya.

Konser Raya Lintas Generasi

Ulang tahun Indosiar tahun ini menjadi ajang penampilan dari berbagai musisi lintas generasi. Hal tersebut membuat sang maestro merasa senang karena ada unsur nama salah satu anaknya, Raya.

​“Saya selalu senang di acara Konser Raya, karena anak saya namanya Raya juga. Dulu pernah mau bikin konser sendiri dengan nama itu, tapi tidak jadi. Ternyata Indosiar yang bikin, ya alhamdulillah. Jadi kalau dengar Konser Raya, saya ingat anak saya,” ungkapnya.

Tidak Membuat Kita Malas

Tidak hanya itu, sang maestro juga menanggapi perkembangan musik yang terjadi di berbagai kalangan, mulai dari Gen Z maupun Gen Alpha. Ia merasa bahwa di era teknologi canggih ini, semua orang dapat membuat musik hanya menggunakan AI. Namun, ia mewanti-wanti agar kemudahan tersebut tidak membuat kita menjadi malas.

​“Wah, luar biasa sekarang ya. Pakai handphone saja sudah bisa bikin musik melalui AI dan segala macamnya. Kita punya pikiran apa, langsung tuangkan ke situ, jadi. Mudah-mudahan itu tidak membuat kita malas, tapi justru tambah semangat dan kreatif,” tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

4 Fakta Thank God It's Festival 2026, Termasuk Dukungan untuk Konservasi Terumbu Karang

Dimas Septyawan, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan