Lirik Lagu Berakhir di Awal dari Alaraverse, Ketika Hubungan Kandas dan Jadi Fase Mulai Refleksi Diri

Band Alaraverse merilis single baru “Berakhir di Awal,” salah satu pusaka dari album 3 Tangkai Gerbera. Lagu ini menandai fase reflektif perjalanan emosional.

Diterbitkan 05 Januari 2026, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Alaraverse rilis "Berakhir di Awal", lagu dari album debut "3 Tangkai Gerbera".
  • Lagu ini merefleksikan akhir hubungan dan proses penerimaan diri.
  • Album "3 Tangkai Gerbera" adalah narasi utuh perjalanan emosi hubungan.

Liputan6.com, Jakarta - Grup pop rok alternatif Alaraverse merilis lagu baruBerakhir di Awal,” salah satu pusaka dari album debut 3 Tangkai Gerbera. Lagu ini menandai fase reflektif perjalanan emosional yang dirangkum Alaraverse dalam album berisi 12 tembang tersebut.

Lirik lagu “Berakhir di Awal” merepresentasikan momen ketika hubungan harus selesai. Di sisi lain, sebuah hikmah ditarik karena faktanya, kandasnya hubungan justru jadi awal bagi proses memahami diri sendiri. Jadilah lagu ini bukan sekadar membahas patah hati.

Dengan aransemen pop rok dinamis dan lirik reflektif, Syuja (vokal), Ansori (gitar), dan Alban (drum) membalut kisah kehilangan juga penerimaan diri tanpa kesan berlebihan. Meski demikian, hasil akhir “Berakhir di Awal” terasa menghantam secara emosional.

Album debut 3 Tangkai Gerbera tersaji sebagai antologi emosi yang utuh. Judulnya menjadi simbol keindahan, harapan, sekaligus kerapuhan perasaan. Ini sesuatu yang dirawat dengan cinta, namun akhirnya harus direlakan oleh pelaku hubungan.

Tak hanya berisi kumpulan lagu, 3 Tangkai Gerbera adalah narasi linear tentang perjalanan hubungan: dari pertemuan awal yang penuh harap, euforia kebersamaan, pertengkaran, perpisahan yang menyakitkan, hingga fase penerimaan juga pendewasaan diri.

“Album ini cerminan jujur tentang mencintai dan kehilangan. Kami ingin pendengar merasa ditemani di tiap fase—baik saat jatuh cinta, maupun harus belajar melepaskan,” kata Alban lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, pada Senin (5/1/2026).

 

Momen Personal yang Intim

Alaraverse terbentuk dari momen personal yang intim. Segalanya bermula dari lagu “Nazalea,” yang ditulis sebagai hadiah untuk menyambut kelahiran anak pertama Alban.

Dari lagu tersebut, tumbuh visi bermusik yang menyatukan para personel dalam sebuah ruang ekspresi bernama Alaraverse. Bagi mereka, Alaraverse adalah buku harian musikal.

 

Pop Rok dengan Sentuhan Alternatif

Band ini menjelma ruang untuk menyimpan, merayakan, sekaligus melepaskan cerita-cerita hidup yang selama ini hanya berputar di kepala. Kreativitas dalam beragam visi dan tema tertuang lalu tumbuh menjadi karya seni yang indah.

Mengusung pop rok dengan sentuhan alternatif dan indi rok, Alaraverse menghadirkan lagu-lagu yang terdengar jujur, emosional, dan dekat dengan realitas pendengar. Album 3 Tangkai Gerbera telah tersedia di seluruh platform streaming digital.

 

Lirik Lagu Berakhir di Awal

 

Kita mulai dengan harapan

Seperti pagi janjikan semangat

Melangkah dengan bahagia

Tapi ternyata kita celaka

 

Kau dan aku, cerita yang tak selesai

Lukisan indah yang pudar sebelum nyata

 

Berhenti di awal, kita tak sampai

Hati terluka, mimpi pun terhenti

Berakhir di awal, hilang perlahan

Tinggal kenangan, sulit dilupakan

 

Langkah pertama, terlalu ragu

Tak tau arah, kita tersesat

Semua kata menjadi percuma

Saat janji tak terpenuhi

 

Kau dan aku, cerita yang tak selesai

Lukisan indah yang pudar sebelum nyata

 

Berhenti di awal, kita tak sampai

Hati terluka, mimpi pun terhenti

Berakhir di awal, hilang perlahan

Tinggal kenangan, sulit dilupakan

 

Berhenti di awal, kita tak sampai

Hati terluka, mimpi pun terhenti

Berakhir di awal, hilang harapan

Tinggal kenangan, sulit dilupakan

 

Berhenti di awal, oh-oh-oh

Hati terluka, oh-oh-oh

Berakhir di awal, oh-oh-oh

Tinggal kenangan, oh-oh-oh

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Fadly Faisal Bagikan Momen Mobil & Rumah Terkena Abu Vulkanis Gunung Anak Krakatau

Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan