Yasmin Napper Dalami Karakter Gadis Penuh Trauma di Film Musuh dalam Selimut

Yasmin Napper membagikan pengalaman emosional memerankan Gadis, sosok yang menghadapi pengkhianatan, trauma, dan runtuhnya kepercayaan.

Diterbitkan 31 Desember 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Saat ada sebuah hal yang terjadi yang bikin relationship dia nggak secure, dia tuh awalnya denial dulu, nggak terima bahwa ini nyata,” lanjutnya.

Menurut Yasmin, ledakan emosi di akhir cerita menjadi puncak perjalanan karakter tersebut, dari sosok yang mudah menerima siapa pun menjadi pribadi yang diliputi trust issues dan kemarahan yang tak lagi terbendung.

Tantangan Detail Emosi di Balik Layar

Yasmin Napper mengakui perannya sebagai Gadis di film Musuh Dalam Selimut menuntut perhatian ekstra pada detail-detail kecil yang kerap disorot penonton. Ia menyadari bahwa gestur sederhana, seperti ketukan jari hingga tatapan mata dalam pengambilan gambar close-up, menjadi elemen penting yang tak luput dari perhatian publik, terutama di media sosial.

 Hal tersebut membuat proses aktingnya terasa lebih menantang sekaligus menuntut kedalaman emosi yang konsisten.

Menurut Yasmin, selama proses syuting ia banyak diarahkan untuk menggali ekspresi mikro yang sering kali tidak disadari.

“Dalam proses syuting ada gestur-gestur kecil, micro-expression yang Bu Hadrah gali dari aku. Itu sempat ada spoiler-nya dikit ya di Instagram, klip yang sudah keluar, Bu Hadrah nge-direct langsung masuk ke set dan langsung ngebantuin kita,” ujarnya Yasmin

Ia juga menyinggung tantangan menjaga emosi tetap stabil di tengah intensitas pengambilan gambar. “Kadang sebagai aktor, take pertama bisa 100 persen, tapi take kedua karena sudah keulang mungkin 90 persen. Take ketiga emosinya sudah nggak stabil karena capek,” tutur Yasmin.

Lebih lanjut, Yasmin merasa terbantu dengan kepekaan sang sutradara dalam membaca kondisi aktor di lokasi.

“Jadi, stamina-nya udah berkurang-berkurang-berkurang. Dan Bu Hadrah itu tahu cara kayak menyanyinya kembali. Dia juga tahu dari mata aku titik-titik di mana aku bisa tiba-tiba kehilangan emosi dan trying to fake it to make it sama yang emang genuine dari hati,” katanya.

 

Rasa Dikhianati yang Datang dari Orang Terdekat

Yasmin Napper mengungkap sisi emosional yang paling menyakitkan dari karakter Gadis dalam film Musuh Dalam Selimut. Menurutnya, rasa dikhianati tidak selalu soal perselingkuhan secara fisik, tetapi juga kebohongan yang terus diulang oleh orang yang paling dipercaya.

“Aku ngerasa diselingkuhin itu juga dihianatin tanpa aku tahu, jadi menurut aku perasaannya sih sama aja,” ujar Yasmin saat berbagi pandangannya tentang konflik batin Gadis.

Ia menambahkan, luka terdalam justru datang karena Gadis menaruh kepercayaan penuh pada Andika.

“Karena kebetulan aku percayanya sama Mas Dika, dan Mas Dika yang lebih dekat sama aku,” lanjutnya. Yasmin menjelaskan, ketika kecurigaan muncul, Gadis memilih mencurahkan seluruh rasa tidak aman dan kegelisahannya kepada Andika, tanpa menyadari bahwa kebohongan terus terjadi.

“Waktu Gadis curiga pun, dia ceritakan semuanya ke Mas Dika, tapi Mas Dika bohong lagi, bohong lagi, dan bohong lagi. Jadi menurut aku lebih sakit Mas Dika karena Mas Dika-nya lebih dekat,” tutup Yasmin.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Zikrah Nur Amalah, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan