Acha Septriasa Aktif di Belakang Layar, Bikin Naskah Film 9 Aku Cinta Tanpa Syarat dan Lirik Arya Saloka

Acha Septriasa lebarkan sayap ke belakang layar. Bersama dua penulis lain, ia menggarap naskah film 9 Aku Cinta Tanpa Syarat untuk diproduksi April 2026.

Diterbitkan 12 Desember 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setelah mencetak box office 2 jutaan penonton dalam Qodrat 2 lalu meraih nominasi Piala Citra FFI 2025, Acha Septriasa melebarkan sayap ke belakang layar. Ia menulis naskah film 9 Aku Cinta Tanpa Syarat untuk diproduksi April 2026.

Acha Septriasa dibantu dua penulis lain tengah menggodok skrip ini. Bintang film Heart melirik Arya Saloka sebagai lawan main dan Gina S Noer untuk duduk di kursi sutradara. Film 9 Aku Cinta Tanpa Syarat dinaungi Avarta Media.

“Skrip ini sudah jadi di draft ketiga, siap diproduksi bulan April 2026. Sebenarnya, Ardi dan Arya sempat berdiskusi dengan saya, bagaimana kalau saya jadi sutradara. Memang thriller itu passion project juga buat saya,” kata Acha Septriasa.

Kabarnya, dalam 9 Aku Cinta Tanpa Syarat, Acha Septriasa merangkap jabatan sebagai penulis skrip, pemain, dan produser. Sebenarnya, pelantun “Sampai Menutup Mata” diminta jadi sutradara sekalian. Namun, Acha Septriasa enggan.

 

Gina S Noer dan Arya Saloka

Kepada Showbiz Liputan6.com di Jakarta Selatan, pekan ini, ia berpendapat, sutradara secara kreatif baiknya tak usah memikirkan bujet produksi dan lain-lain. Karenanya, Acha Septriasa menyerahkan kursi sutradara ke pihak lain.

“Kita harus mencari sutradara yang memiliki sisi kewanitaan tinggi, paham kesehatan mental, dan punya gaya story telling yang baik. Pemenang Piala Citra, Gina S Noer. Saya rasa ini kolaborasi dengan beberapa lineup yang luar biasa,” urainya.

“Arya Saloka, saya secara resmi belum (teken kontrak kerja dengannya), tapi sudah saya pinang sebagai lawan main di film ini. Menurut saya, secara face, saya dan Arya Saloka memiliki kedekatan,” Acha Septriasa membocorkan.

Pangsa Pasar Lokal 65 Persen

Dalam kesempatan itu, Acha Septriasa bersama Ardi Setiadharma dan Arya Setiadharma memperkenalkan Avarta, yang mengintegrasikan Virtuelines, sebuah fund perfilman. Sejak 2023, Virtuelines berinvestasi di lebih dari 8 film yang menjangkau 4 juta penonton.

Delapan film itu termasuk Qodrat 2 dan film horor eksorsisme Katolik pertama di Indonesia, Kuasa Gelap (1,47 juta penonton). Sebagai Co-Founder, Acha Septriasa mengenang ada enam kandidat nama perusahaan yang disodorkan. Perhatiannya tertuju pada Avarta.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Karena saya berpikir, nama ini akan dibawa ke luar negeri. Kalau bisa, namanya mudah diucapkan orang dari negara manapun. Artinya adalah cycle, rotation,” urainya. “Ini adalah permulaan dan akhir, yang akan terus berputar,” imbuh Acha Septriasa. Acha Septriasa bersama Ardi dan Arya Setiadharma berharap turut mendukung ekosistem perfilman yang baik juga jadi jangkar bagi industri sinema Indonesia. Arya Setiadharma menambahkan, perfilman Indonesia sedang di era keemasan.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan