Lirik Lagu Angin Malam Jacson Zeran dan Wita Sofi, Kolaborasi Rancak Minang - Timur

Lagu “Angin Malam” kolaborasi Wita Sofi dan Jacson Zeran mencuri perhatian publik hingga bertengger di Trending 7 YouTube.

Diterbitkan 28 November 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lagu “Angin Malam” kolaborasi Wita Sofi dan Jascon Zeran langsung mencuri perhatian. Ini terjadi setelah versi terbarunya yang diproduksi oleh Minang Timur Production dan berdurasi empat menit empat puluh lima detik, berhasil meraih Trending 7 Musik YouTube. Pencapaian ini membuat nama keduanya kembali ramai dibicarakan publik.

Industri musik Indonesia memang selalu penuh kejutan. Setiap harinya muncul karya yang viral karena alunan musiknya yang unik atau sentuhan kreatif yang berbeda dari biasanya. Jika dahulu musisi ibu kota lebih mendominasi, kini giliran artis daerah yang mampu menembus pendengar nasional lewat bahasa dan karakter lokal mereka.

Fenomena yang sama terlihat pada “Angin Malam,” kolaborasi antara pemuda Timur dan pemudi Minang yang menghadirkan warna baru dalam musik pop daerah. Dirilis pada Minggu, 23 November 2025, lagu ini hanya membutuhkan waktu singkat untuk menjadi perbincangan dan naik ke jajaran trending YouTube.

Lirik lagu Angin Malam

"Angin malam sampaikan salam den bakehnyo

Angin lalu bisiakkan hati den nan rindu

Indak kuaso denai manahan

Rindu lah lamo nan den tangguangkan

Siang jo malam uda tabayang

Carai bak raso bak kamatian

Angin malam sampaikan salam den bakehnyo

Angin lalu bisiakkan hati den nan rindu

Oh sayang ku rindu bertemu

Kepada siapa lagi harus mengadu

Budiman sudirman, sudirman

Tolong sampaikan salam biarku tenang

Belum ada kabar buat abang hati susah

Kadang tidur malam juga terasa gelisah

Lewat mimpi kita berjumpa

Ingat abang selalu jangan sampai lupa

Angin malam sampaikan salam den bakehnyo

Angin lalu bisiakkan hati den nan rindu

Uda jauah denai pun jauah

Ka denai cari dima tampeknyo

Uda rasah denai pun rasah

Di dalam mimpi sajo kito basuo

Angin malam sampaikan salam den bakehnyo

Angin lalu bisiakkan hati den nan rindu

Utuhare su dekat tanggal merah

Ko mau bale katra rindu bakudapa

Oke baiklah yang penting kau kabar saya

Intinya baku parcaya jan takaruang nanti bahaya

Sebelum tidur malam kaka toki sloki

Menghayal bantal pulau jadi ko pu diri

Eh adek cepat balek sini

Sa su bosan mo sendiri hidup menyendiri

Angin malam sampaikan salam den bakehnyo

Angin lalu bisiakkan hati den nan rindu

Pilin bapilin si tali rantai

Ka tali biduak nan di muaro

Kirim bakirim yo indak sampai

Badan lah mabuak yo ka duo nyo

Angin malam sampaikan salam den bakehnyo

Angin lalu bisiakkan hati den nan rindu"

Makna Lagu

Lagu ini bercerita tentang rindu yang tak pernah benar-benar padam, terutama ketika dua hati dipisahkan oleh jarak. Dari liriknya, terasa jelas bagaimana sang tokoh berharap angin malam bisa membawa pesan cinta kepada orang yang ia tunggu. Ada keinginan kuat untuk tetap terhubung meski satu-satunya yang bisa dijangkau hanyalah bayangan.

Selain itu, lagu ini juga menyoroti beratnya menahan rindu yang menumpuk dari waktu ke waktu. Ketidakberdayaan penanti digambarkan melalui ungkapan hati yang terasa penuh, seolah rindu itu tidak menemukan tempat untuk pulang. Kepedihan yang perlahan mengendap memperkuat suasana sendu dalam lagu tersebut.

Nuansa pasrah namun tetap setia berharap muncul kuat di beberapa bagian lirik. Mimpi menjadi satu-satunya ruang perjumpaan yang masih mungkin terjadi, sementara dialog antarpenyanyi terutama pada bagian berbahasa Timur menegaskan keyakinan bahwa cinta yang dijaga dengan tulus tetap akan menemukan jalannya.

Suara Warganet Puji Kolaborasi Minang–Timur

Di kolom komentar YouTube, antusiasme warganet untuk “Angin Malam” terlihat begitu besar. Banyak yang memuji keharmonisan suara dan perpaduan budaya dalam lagu ini, salah satunya menulis, “Waduh... baru dengar lagi lagunya. Versi yang berbeda ini merdu sekali. Is very good collaborations.” Bahkan ada yang menilai kolaborasi Minang–Timur memiliki potensi besar untuk menembus pasar global.

“Ayo kita support dan jadikan Minang Timur sebagai industri untuk mengenalkan culture Indonesia ke dunia, kayak Korea dengan K-Pop, Jepang dengan Animenya, India dengan filmnya. Sekarang Indonesia dengan Minang Timurnya,” tulis seorang pendengar.

 Komentar lain juga menegaskan keindahan perpaduan bahasa daerah yang digunakan, “Baru sadar, ternyata perpaduan bahasa Minang dan Timur adalah musik terindah untuk saat ini.” Beragam apresiasi ini menunjukkan bahwa “Angin Malam” bukan hanya trending, tetapi juga berhasil menyentuh hati pendengar dan mengangkat kebanggaan terhadap musik lokal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Zikrah Nur Amalah, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan