Emma Stone Hingga Mark Ruffalo, Lebih Dari 1.200 Aktor dan Sutradara Boikot Lembaga Film Israel

Lebih dari 1.200 nama besar di industri film global telah menandatangani ikrar untuk memboikot institusi film Israel sebagai bentuk protes atas tuduhan keterlibatan institusi-institusi tersebut dalam genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina.

Diterbitkan 09 September 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menurut mereka, seniman dan sineas Israel selama ini justru menjadi suara utama yang menampilkan kompleksitas konflik, termasuk narasi dari sisi Palestina. Asosiasi tersebut menegaskan bahwa mereka sering kerja sama dengan para sineas Palestina untuk menceritakan kisah bersama dan mempromosikan perdamaian. "Seruan boikot ini sangat keliru," ucap pihak Asosiasi Produser Film dan TV Israel.

"Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengakui komitmen kami terhadap dialog, perdamaian, dan menyuarakan pendapat semua pihak dalam konflik ini. Kisah-kisah kami alat untuk memahami dan menyembuhkan, dan kami akan terus menggunakannya untuk membantu mengakhiri kekerasan," tambah pernyataan mereka.

Isi Ikrar

Berikut isi ikrar yang ditandatangani pembuat film, aktor, institusi, dan pekerja industri film yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. 

 

Sebagai pembuat film, aktor, pekerja industri film, dan lembaga-lembaga terkait, kami menyadari kekuatan sinema dalam membentuk persepsi. Di tengah krisis mendesak ini, di mana banyak pemerintah kami memfasilitasi kekejaman di Gaza, kami harus melakukan segala upaya untuk mengatasi keterlibatan dalam kekejaman yang tak henti-hentinya itu.

Mahkamah Internasional, pengadilan tertinggi di dunia, telah memutuskan bahwa ada risiko yang masuk akal akan genosida di Gaza, dan bahwa pendudukan Israel serta apartheid terhadap Palestina adalah ilegal. Berdiri untuk kesetaraan, keadilan, dan kebebasan bagi semua orang adalah kewajiban moral yang mendalam yang tidak dapat diabaikan siapa pun. Demikian pula, kita harus bersuara sekarang melawan penderitaan yang dialami rakyat Palestina.

Kami menanggapi seruan para pembuat film Palestina, yang mendesak industri film internasional untuk menolak diam, rasisme, dan dehumanisasi, serta untuk “melakukan segala upaya yang mungkin” untuk mengakhiri keterlibatan dalam penindasan mereka.

Terinspirasi Filmmakers United Against Apartheid yang menolak menayangkan film mereka di Afrika Selatan yang menerapkan apartheid, kami berjanji tidak akan menayangkan film, hadir di, atau bekerja sama dengan institusi film Israel—termasuk festival, bioskop, stasiun televisi, dan perusahaan produksi—yang terlibat* dalam genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina.

*) Contoh keterlibatan meliputi membenarkan atau membela genosida dan apartheid, serta/atau bekerja sama dengan pemerintah yang melakukannya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Vindy Therecia, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan