Upin Ipin dan BoBoiBoy Doakan Indonesia Cepat Sembuh, Susanti Sampai Nangis

Lewat akun medsos resmi, Upin Ipin dan Boboiboy, karakter animasi Malaysia ini kirim doa dan dukungan untuk Indonesia agar segera pulih dari berbagai masalah.

Diterbitkan 03 September 2025, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kondisi Indonesia yang memanas beberapa hari terakhir, ternyata menuai empati dari para animator di balik dua serial animasi Malaysia terkenal, Upin dan Ipin serta BoBoiBoy

Melalui akun resmi media sosial @upinipinofficial dan @boboiboy, kedua karakter ini mengirim doa dan dukungan untuk Indonesia agar segera pulih dari berbagai masalah yang dihadapi.

BoBoiBoy mengunggah pesan dukungan pada Selasa (2/9/2025), menampilkan karakter ini sedang memejamkan mata dan menangkupkan tangan di dadanya. Sesuatu terlihat bersinar di balik jemarinya. "Sama-sama kita doakan semoga negara jiran kita, Indonesia kembali aman, damai dan sejahtera 🇮🇩🇲🇾," begitu isi caption yang disertakan. 

Sementa

ra si kembar Upin Ipin menampilkan mimik wajah sedih. Mereka menatap salah satu rekan mereka dari Indonesia, Susanti, yang terlihat menangis dengan air mata bercucuran.

"Semoga teman-teman di Indonesia selamat dan aman. Mari kita doakan agar Indonesia 🇮🇩segera pulih! ❤️" begitu isi caption unggahan yang dibagikan ulang studio Les' Copaque. 

Disertakan pula tagar #upinipin #upinipindoabuatindonesia #Indonesiasegerapulih #sahabatselamanya.

17+8 Tuntutan Rakyat

Sementara itu, belakangan ini di medsos ramai dibagikan poster digital bertajuk "17+8 Tuntutan Rakyat." Diwartakan kanal Tekno Liputan6.com, postingan ini digagas Andovi Da Lopez bersama rekan-rekannya: Jerome Polin, Chandra Liow, Fathia Izzati, Abigail Limuria, dan aktivis Andhyta F.

Andovi mengaku menghubungi sejumlah influencer lain, dengan tujuan agar aspirasi yang disusun bisa lebih didengar masyarakat.

"Kita bikin satu messages yang tuntutannya bisa didengar semua orang. Phone call-nya (proses penyusunan tuntunan tersebut) sekitar 3 jam," ungkapnya saat demo bersama mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta.

17 Tuntutan Rakyat dengan Deadline 5 September 2025

Berikut poin-poin utama dari 17 tuntutan jangka pendek yang mendesak untuk segera diwujudkan pemerintah pada 5 September 2025:

1. Penarikan TNI dari Pengamanan Sipil: TNI diminta kembali ke barak dan tidak terlibat dalam pengamanan sipil, serta memastikan tidak ada kriminalisasi terhadap demonstran

2. Tim Investigasi Independen: Membentuk tim untuk mengusut kasus kematian Affan Kurniawan, Umar Amarudin, dan korban kekerasan aparat lainnya selama demo 28-30 Agustus 2025 secara transparan

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

3. Bekukan Kenaikan Gaji dan Tunjangan DPR: Batalkan fasilitas baru, termasuk pensiun seumur hidup anggota DPR 4. Publikasi transparansi Anggaran DPR: Publikasikan rincian gaji, tunjangan, rumah, dan fasilitas DPR 5. Pemeriksaan Anggota DPR Bermasalah: Dorong Badan Kehormatan DPR dan KPK untuk menyelidiki anggota DPR yang bermasalah 6. Sanksi Tegas untuk Anggota DPR Tidak Etis: Pecat atau beri sanksi tegas kepada anggota DPR yang memicu kemarahan publik 7. Komitmen Partai Politik: Partai harus mengumumkan sikap berpihak pada rakyat di tengah krisis 8. Dialog Publik: Libatkan anggota DPR dalam dialog terbuka dengan mahasiswa dan masyarakat sipil 9. Bebaskan Demonstran: Lepaskan seluruh demonstran yang ditahan selama aksi 10. Hentikan Kekerasan Polisi: Polri diminta mematuhi SOP pengendalian massa dan menghentikan tindakan represif 11. Proses Hukum Pelaku Kekerasan: Tangkap dan adili secara transparan anggota atau komandan yang melanggar HAM 12. Segera kembali ke barak: Menghentikan keterlibatan TNI dalam pengamanan sipil 13. Disiplin Internal TNI: Pastikan TNI tidak mengambil alih fungsi Polri 14. Komitmen TNI: TNI harus berkomitmen tidak memasuki ruang sipil selama krisis demokrasi 15. Pastikan upah layak untuk seluruh angkatan kerja (termasuk namun tidak terbatas pada guruh, buruh, nakes dan mitra ojol) di seluruh Indonesia 16. Ambil langkah darurat cegah PHK massal dan lindungi buruh kontrak 17. Buka dialog dengan serikat buruh terkait upah minimum dan outsourcing.

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan