Kiprah Ara Grace: Dulu Dikenal Sebagai Chilla Kiana Penyanyi Disney Asia, Kini CEO Grup Advertising

Penyanyi Disney Asia, Chilla Kiana kini dipanggil dengan nama Ara Grace. Ia memasuki babak baru setelah menjabat CEO grup advertising. Tinggalkan musik?

Diperbarui 17 Agustus 2025, 19:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ara Grace, sebelumnya Chilla Kiana, kini memimpin JJ Group Jakarta.
  • Ia sukses memenangkan kampanye brand besar dengan menggabungkan seni dan strategi.
  • Ara Grace tetap bersemangat di musik sambil memimpin bisnis di siang hari.

Liputan6.com, Jakarta Masih ingat penyanyi Chilla Kiana? Lama tak muncul, kini ia kembali dengan panggilan Ara Grace. Ia merasa panggilan masa kecil itu terasa lebih elegan, bold, dan jauh dari kesan childish. Kini Ara Grace memasuki babak baru dalam hidup.

Dua bulan lalu, sang penyanyi Disney Asia itu didapuk memimpin JJ Group Jakarta, grup advertising terintegrasi yang diperkuat lebih dari 300 talenta lintas riset pasar, strategi merek, kreatif, konten imersif, media digital and OOH, hingga AI-driven martech.

Ara Grace mendapat tantangan besar. Tak main-main, di usia yang masih muda yakni di bawah 30, Ara Grace ditantang menjalankan bisnis sekaligus bersaing di skala global. Ia menjawab tantangan ini dengan semangat.

Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Sabtu (16/8/2025), Ara Grace siap menunjukkan bahwa kecerdasan dan kreativitas anak Indonesia tak kalah jika dibandingkan dengan komunitas global.

 

Artistry dan Strategy

Tak main-main. Sejak duduk di kursi CEO, Ara Grace telah memenangkan kampanye end-to-end untuk sederet brand besar—dari FMCG, fintech, hingga teknologi atau gadget. Atas pencapaian ini, ia pun buka kartu.

“Formulanya: menggabungkan artistry dan strategy—kreativitas tajam, storytelling lintas budaya, akurasi data, dan keberanian bereksperimen—mampu menembus bahkan pasar gadget yang hiper-kompetitif,” kata Ara Grace.

 

Punya Potensi Untuk Menang

Memenangkan sejumlah brand pitch bergengsi, ia membuktikan usia muda bukan penghalang untuk memimpin di level tertinggi. Ara Grace dikenal mampu merancang kampanye yang terlihat indah sekaligus menggerakkan pasar.

“Setiap brand punya potensi untuk menang. Tantangannya menemukan cerita, medium, dan momentum yang tepat,” ujarnya seraya mengaku telah jatuh cinta pada dunia bisnis. Bukan berarti Ara Grace telah meninggalkan industri musik.

 

Unpredictable Music Project

Diam-diam, Ara Grace tengah menyiapkan unpredictable music project—bukan sekadar soal vokal, tapi refleksi identitas barunya. Sebuah kolaborasi lintas negara sudah disiapkan, yang akan dibagikan ketika waktunya tiba. Fans diminta bersabar.

Absolutely not. Music is my passion,” ujarnya, kala disinggung soal meninggalkan dunia musik demi bisnis. Kini, Ara Grace berjuang untuk meraih dua mimpi: memimpin strategi bisnis di siang hari dan mencipta karya musik kala malam menjelang.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Alexa Ciamis Raih Golden Ticket Dangdut Academy 8 dan Standing Ovation Juri

Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan