6 Fakta Bupati Lucky Hakim Sebar Ular ke Sawah, Hewannya Cuma Sebesar Jempol Kaki Orang Dewasa

Aksi Lucky Hakim langsung menuai perhatian. Ular seperti apa yang ia lepas di sawah Indramayu?

Diterbitkan 14 Agustus 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Bupati Lucky Hakim baru-baru ini melakukan tindakan yang menarik perhatian publik: melepas ribuan ular ke sawah di Indramayu. Tindakan ini jelas bukan iseng-iseng belaka, tapi upaya untuk memberantas hama yang selama ini membayangi daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung nasional tersebut. 

Momen ini ia bagikan pula di akun Instagram Diskominfo Indramayu, 10 Agustus 2025. "Melepaskan ular ke sawah sebagai cara alami membasi hama tikus di areal pesawahan petani Indramayu," begitu caption yang ditampilkan dalam unggahan ini. 

Meski dilakukan dengan niat baik, tapi langkah yang merupakan bagian dari program “Sahabat Tani” ini tetap menuai tanda tanya banyak orang. Apalagi, ular selama ini dikenal sebagai salah satu hewan yang ditakuti banyak orang. 

Aksi yang dimulai sejak Sabtu, 9 Agustus 2025 ini langsung menuai perhatian. Tak sedikit yang mempertanyakan, apakah tindakan ini aman bagi warga. Jangan keburu takut dulu, simak penjelasan dan fakta kegiatan tersebut berikut ini. 

1. Bukan Ular Berbisa, Tak Berbahaya

Dilansir dari kanal News dan Regional Liputan6.com, salah satu hal pertama yang diluruskan oleh Lucky Hakim adalah soal status binatang melata ini.  

"Ularnya tidak berbisa, ukurannya maksimal hanya sebesar jempol kaki orang dewasa, panjangnya pun hanya sampai 1,5 meter. Ini jenis ular spesialis pemakan tikus dan kodok. Kalau ketemu manusia, justru mereka yang kabur,” jelas Lucky Hakim.

Ia menambahkan, bahwa gigi ular pun kecil-kecil sehingga tak berbahaya bila menggigit. 

 

 2. Ular Lanang Sapi

Jenie ular yang dilepas adalah Coelognathus radiatus atau dalam nama lokalnya Ular Lanang Sapi. Hewan ini gampang dikenali, dengan warna coklat kekuningan dengan garis memanjang di punggung.

Satu ekor ular dewasa dari jenis ini disebut mampu memangsa 2 hingga 3 tikus besar per minggu. Sementara untuk tikus kecil, ular ini bahkan bisa melahap lebih dari 10 ekor saja. 

Tak heran, ular ini diyakini bisa mengontrol populasi tikus. 

 

3. Ular Asli Indramayu

Melepas liar satwa yang bukan hewan asli, punya risiko tak main-main, yakni kerusakan ekosistem. Dalam keterangan tertulisnya, Lucky memastikan bahwa ular yang dilepasliarkan adalah ular yang habitat aslinya di Indramayu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Selama ini mereka diburu dan dibunuh karena dianggap menakutkan sehingga populasinya turun drastis. “Ini aslinya jenis ular yang berasal dari Indramayu, dulu tikus bisa dikontrol populasinya saat ada banyak ular, biawak dan burung hantu,” Lucky Hakim memaparkan. 4. Efek ke Hama Tikus Karena predator sedikit, tikus pun dengan mudah bereproduksi dan mengancam panen petani. "Kasihan petani gagal tanam dan rugi besar karena serangan tikus sangat banyak,” ungkapnya. “Tapi karena (binatang predator) dianggap menakutkan, mereka diburu. Akibatnya, sekarang tikus tak terkontrol,” kata dia. Memberantas tikus dengan predator alaminya, juga dianggap lebih aman bagi lingkungan ketimbang menggunakan bahan kimia.

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan