6 Fakta Indra Bekti Jadi Bagong di Pagelaran Sabang Merauke 2025: Latihan di Yogyakarta, Didukung Istri

Pagelaran Sabang Merauke akan digelar pada 23 dan 24 Agustus 2025 di Indonesia Arena Jakarta. Salah satu artis yang terlibat, Indra Bekti sebagai Bagong.

Diterbitkan 25 Juli 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pagelaran Sabang Merauke yang akan digelar pada tanggal 23 dan 24 Agustus 2025 di Indonesia Arena Senayan, Jakarta, diperkuat sejumlah seniman papan atas Tanah Air. Salah satunya, Indra Bekti.

Tak main-main, suami Aldila Jelita ini berlatih intens bersama para seniman di Yogyakarta selama tiga hari. Indra Bekti tak berpikir dua kali kala ditawari peran dalam Pagelaran Sabang Merauke 2025.

Dalam Pagelaran Sabang Merauke 2025, ia memerankan salah satu anggota Punakawan yakni Bagong. Indra Bekti mengaku 100 persen didukung istri untuk tampil dalam pergelaran seni yang digagas iForte dan BCA ini.

Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini merangkai 6 fakta Indra Bekti berlatih jadi Bagong di Yogyakarta. Ia pun siap tampil dalam The Indonesian Broadway, Pagelaran Sabang Merauke 2025, dengan tema “Hikayat Nusantara.”

 

1. Tiga Hari di Yogyakarta

 

Dalam wawancara bersama Showbiz Liputan6.com, di Yogyakarta, Jumat (25/7/2025), Indra Bekti tak dapat menyembunyikan kebahagiaan kala dipercaya jadi Bagong dan beradu akting dengan sejumlah seniman panggung.

“Ini hari ketiga. Hari pertama, dari Rabu, Kamis, sekarang Jumat. Aku di sini menjadi salah satu anggota Punakawan, jadi Bagong. Nanti kalau aku muncul, orang enggak kenal aku karena aku didandani Bagong!” serunya.

 

2. Kali Kedua Jadi Bagong

 

Indra Bekti menjelaskan, ini bukan kali pertama memerankan Bagong di Pagelaran Sabang Merauke. Meski demikian, mantan presenter Ceriwis ini tak lantas menyepelekan sesi latihan. Jadi Bagong, ada pakemnya. Tak bisa sembarang melawak.

“Aku jadi Bagong, ini kali kedua. Tahun lalu, aku ikut Pagelaran Sabang Merauke, jadi Bagong. Tahun ini kembali jadi Bagong dengan cerita yang berbeda. Tantangannya, memerankan Bagong ini enggak boleh sembarangan,” Indra Bekti menjelaskan.

 

3. Nilai Sakral Seorang Bagong

Indra Bekti menjelaskan, Bagong salah satu anggota Punakawan yang populer di masyarakat Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Ia “satu geng” dengan Petruk, Gareng, dan Semar. Gaya bicaranya lugu dan kerap memantik tawa.

>“Dia anggota Punakawan, punya nilai sakral. Dia salah satu anaknya Semar, kami bermain di sini dengan Petruk dan Semar yang diperankan Mas Butet kertarajasa. Di atas panggung benar-benar butuh energi, konsentrasi, rasa kehati-hatian,” urai Indra Bekti.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan