Potret Kenangan Pangeran Al Waleed saat Kecil hingga Koma Sejak Tahun 2005

Pangeran Al Waleed bin Khaled bin Talal, 'Sleeping Prince' yang koma sejak tahun 2005, meninggal dunia setelah dua dekade. Berikut potret kenangannya.

Diterbitkan 20 Juli 2025, 11:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pada tahun 2005, ketika berusia 15 tahun, Al-Waleed mengalami kecelakaan mobil saat mengikuti pelatihan di sebuah akademi militer di London. Insiden tersebut menyebabkan cedera otak serius hingga membuatnya koma, dan selama lebih dari dua dekade ia bergantung pada alat bantu hidup di King Abdulaziz Medical City kota Riyadh, Arab Saudi.

 

Perjalanan Panjang Sang Pangeran Tidur dan Momen Haru saat Masa Koma

Selama hampir 20 tahun, Pangeran Al-Waleed hidup dalam kondisi koma, bergantung sepenuhnya pada ventilator mekanis dan selang makanan. Kondisi koma yang dialami Al-Waleed bin Khalid bin Talal Al Saud diwarnai oleh berbagai momen haru yang membawa secercah harapan di tengah situasi yang tidak pasti. Selama hampir 20 tahun dalam keadaan tidak sadar, beberapa tanda kecil muncul yang memberi isyarat kemungkinan pemulihan.

Pada 2,5 tahun pertama, sang ibu setia mendampingi Pangeran Al-Waleed tanpa pernah meninggalkannya, meski selama 18 bulan pertama tak ada satu pun gerakan sadar yang muncul selain respons refleks dari sumsum tulang belakang.

Selain itu selama masa koma, muncul beberapa momen haru yang memberi secercah harapan. Pada tahun 2015, Al-Waleed sempat menggerakkan tangannya, sebuah respons yang sangat langka dalam kondisi medisnya. Kemudian pada Mei 2019, ia mengejutkan keluarga dan publik ketika mampu menggerakkan kepalanya dari kanan ke kiri dan ke belakang. Momen mengejutkan kembali terjadi pada 19 Oktober 2020, saat ia kembali menggerakkan tangan, menjadi respons pertamanya setelah lima tahun.

Fenomena lain yang mencuri perhatian terjadi ketika tekanan darah Al-Waleed meningkat saat seorang syekh membacakan ayat-ayat Al-Qur’an di sisinya. Respons ini membuka kemungkinan bahwa ia masih mampu merasakan rangsangan spiritual meski secara klinis tidak sadar.

 

 

Keteguhan dan Ketabahan Hati Sang Ayah yang Menolak Menghentikan Perawatan Medis

Keteguhan hati Pangeran Khaled bin Talal, ayahanda Pangeran Al-Waleed, menjadi sorotan utama dalam kisah ini. Ia menolak untuk menghentikan perawatan medis putranya, bahkan ketika harapan medis semakin menipis. Ia dengan teguh menolak dan terus menunjukkan keyakinan bahwa putranya masih memiliki harapan untuk pulih. Sikap ini menunjukkan cinta dan dedikasi seorang ayah yang luar biasa, menjadi inspirasi bagi banyak keluarga yang menghadapi situasi serupa.

Keluarga kerajaan Arab Saudi pun telah mengerahkan segala upaya dan sumber daya untuk perawatan Pangeran Al-Waleed. Mereka mendatangkan ahli-ahli terbaik dari seluruh dunia dan memastikan sang pangeran mendapatkan fasilitas medis tercanggih. Tiga dokter ahli dari Amerika Serikat dan satu dari Spanyol didatangkan secara khusus untuk memberikan penanganan intensif terhadap kondisinya.

Meskipun berbagai langkah medis terbaik telah dilakukan, Pangeran Al-Waleed tetap berada dalam kondisi koma. Sang ayah, Pangeran Khaled bin Talal, terus menyuarakan keyakinannya terhadap keajaiban dan kemungkinan pemulihan. Di tengah segala rintangan, semangat pantang menyerah dan harapan yang terus dijaga menjadi bagian penting dalam kisah perjuangan menghadapi kondisi medis yang kompleks ini.

 

Wafat Pada 19 Juli 2025 di Usia 36 Tahun

Pangeran Al-Waleed merupakan cicit dari Raja Abdulaziz, pendiri Arab Saudi modern, yang menjadikannya keponakan buyut dari Raja saat ini, Salman bin Abdulaziz Al Saud. Pada 19 Juli 2025, Pangeran Al Waleed akhirnya meninggal dunia akibat komplikasi kesehatan yang berkepanjangan setelah 20 tahun dalam kondisi koma. Ia tutup usia pada umur 36 tahun, meninggalkan kesedihan mendalam bagi rakyat Arab Saudi dan banyak orang di berbagai belahan dunia.

Salat jenazah dilaksanakan pada Minggu, 20 Juli, di Masjid Imam Turki bin Abdullah, Riyadh, setelah Salat Ashar. Kabar duka tersebut diumumkan secara resmi oleh sang ayah melalui media sosial dan dikonfirmasi oleh kantor berita resmi Arab Saudi.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Siapa Pangeran Al Waleed bin Khalid bin Talal?

Ia adalah anggota keluarga kerajaan Arab Saudi yang dijuluki “Pangeran Tidur” karena koma selama hampir 20 tahun setelah kecelakaan di tahun 2005.

2. Apa yang menyebabkan Pangeran Al Waleed koma?

Ia mengalami kecelakaan mobil saat menempuh pendidikan militer di London, yang menyebabkan cedera otak traumatis dan membuatnya koma.

3. Di mana Pangeran Al Waleed dirawat selama koma?

Ia dirawat di King Abdulaziz Medical City di Riyadh dengan bantuan ventilator dan alat penunjang hidup lainnya.

4. Apakah Pangeran Al Waleed pernah menunjukkan tanda-tanda membaik?

Ya, sempat dilaporkan bahwa ia menggerakkan jari dan kepalanya, meskipun tidak berkembang menjadi kesadaran penuh.

5. Kapan dan bagaimana Pangeran Al Waleed meninggal?

Ia wafat pada 19 Juli 2025 akibat komplikasi medis dari kondisi komanya yang berkepanjangan, dalam usia 36 tahun.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Edelweis Lararenjana, Tyas Titi KinaptiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan