Album Kejutan Justin Bieber Bertajuk Swag Banjir Ulasan Bernada Kritik Keras

Album kejutan Justin Bieber yang berjudul Swag, karya pertamanya dalam empat tahun terakhir. mendapat respons yang sebagian besar bernada dingin alias banjir kritik keras. Berikut selengkapnya.

Diterbitkan 13 Juli 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun, dari segi lirik, Aroesti kurang terkesan. Lagu "Dadz Love" disebutnya sebagai perayaan yang terlalu dangkal tentang peran barunya sebagai ayah, dengan lirik yang hanya mengulang judul lagu tanpa makna lebih dalam. Lagu-lagu cinta lain yang ditujukan untuk Hailey, termasuk referensi terhadap viral phone case (sarung ponsel) miliknya di lagu "Go Baby", juga dianggap terlalu manis dan klise.

“Meski begitu, tetap lebih bisa ditoleransi dibandingkan segmen spoken-word yang terasa menyakitkan,” tulis Aroesti.

Antara Agama, Cinta, dan Krisis Diri

Adam White dari The Independent juga memberi dua bintang dan menilai album ini sebagai bukti lebih lanjut dari “kelambanan artistik” Bieber dalam karya-karyanya belakangan ini. Ia menambahkan, Swag menjadi “gambaran yang tidak nyaman tentang seorang pria yang tampak terjebak antara seks, Tuhan, dan rasa kasihan terhadap diri sendiri.”

Andrew Unterberger dari Billboard menilai album ini sebagai versi Bieber yang “belum pernah benar-benar terdengar sebelumnya: melepas kemewahan pop biasa, dengan pendekatan yang lebih organik dan fokus pada alt-R&B.” Namun, ia mengingatkan, penggemar yang berharap akan lagu-lagu seperti "Sorry" dari era 2015 mungkin akan kecewa.

Robin Murray dari Clash Magazine memberikan nilai 7 dari 10. Ia menulis bahwa 21 lagu dalam Swag menampilkan lirik yang bervariasi dari refleksi emosional tentang menjadi ayah hingga lelucon internal. Secara gaya, menurutnya album ini banyak terinspirasi dari synth pop ala 90-an, kadang terasa kaku, kadang seperti menguap begitu saja, namun tetap penuh warna dan menghibur.

Meski begitu, Murray menyatakan bahwa kekuatan utama Swag juga bisa menjadi kelemahannya: “Terlalu banyak yang dimasukkan. Sebagai album pertama dalam empat tahun, ini terasa seperti curahan gagasan dan usaha untuk menghapus papan tulis bersih-bersih.”

 

Sorotan Pribadi dan Kehidupan Rumah Tangga

Perilisan album ini juga terjadi di tengah kekhawatiran para penggemar terhadap kondisi mental Bieber. Dalam beberapa bulan terakhir, ia beberapa kali memperlihatkan unggahan yang menyuarakan keresahannya terhadap invasi paparazi ke dalam kehidupan pribadinya.

Hubungan rumah tangganya pun menjadi sorotan, terutama setelah sebuah unggahan kontroversial di media sosial yang merayakan kehadiran Hailey di sampul majalah Vogue disertai pengakuan tentang pertengkaran mereka.

Lagu "Daisies", yang menjadi track kedua dalam album, diduga merujuk pada dinamika hubungan mereka dengan lirik seperti “falling petals, do you love me or not?” dan “you said forever, babe, did you mean it or not?

Beberapa judul lagu lainnya, seperti "Devotion", "Soulful", dan "Forgiveness", menunjukkan nuansa spiritual yang mencerminkan keyakinan Bieber sebagai pemeluk Kristen yang kerap ia tampilkan dalam perjalanan hidupnya belakangan ini.

Bagaimana dengan pendapat Showbiz Liputan6.com? Ya, meskipun kritikan para pengamat dari media asing banyak benarnya, namun setidaknya kita boleh mengapresiasi keberanian Justin Bieber yang berusaha untuk jujur pada dirinya sendiri dan kepada publik melalui lagu-lagu di album barunya ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan