Dewa Budjana dan Andy F Noya Bahas Jazz Gunung 2025, Musik Jaz Kini Membuka Diri Plus Lebih Inklusif

Memasuki penyelenggaraan ke-17, Jazz Gunung 2025 mengusung semangat “Indahnya Jazz, Merdunya Gunung.” Andy F Noya berbagi catatan soal jazz.

Diperbarui 04 Juli 2025, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Saat melayat, Dewa Budjana berangkat pakai pesawat. Di dalam pesawat, ia bertemu Founder Jazz Gunung Indonesia, Sigit Pramono. Kala itu, Sigit Pramono minta tolong Dewa Budjana untuk mengurus Jazz Gunung sepeninggal Djaduk Ferianto.

Sang Gitaris saat itu merasa tak sanggup menggantikan Djaduk Ferianto yang dikenal sebagai seniman paket lengkap. Djaduk Ferianto mengurasi, main, bahkan jadi host Jazz Gunung. Namun kecintaan pada musik mengalahkan keraguan.

Dewa Budjana kini jadi kurator bersama Bintang Indriarto. “Jadi, konsepnya tiap event ada living legend yang tampil. Kayak waktu itu Fariz RM bersama Ring of Fire,” ucap Dewa Budjana lalu menambahkan, “Tapi tetap harus menampilkan musisi muda juga.”

p>

RAN Hingga Karimata dan Sal Priadi

Menurutnya, musisi muda harus diberi ruang untuk memperkenalkan karya mereka agar tunas muda jaz Indonesia terus tumbuh dan mekar. Tahun ini, Jazz Gunung Series hadir dengan dukungan penuh BRI. Jazz Gunung Series terdiri tiga rangkaian event.

Seri pertama, Bromo, pada 19 Juli 2025. Seri kedua, masih di Bromo pada 26 Juli 2025. Sementara seri ketiga di Ijen Banyuwangi, Agustus 2025. Seri pertama menampilkan Emptyyy, Kua Etnika, RAN, Karimata, dan Chagall dari Belanda.

Para penampil seri kedua tak kalah memikat yakni, Lorjhu, Natasha Elvira, Bintang Indrianto, Tohpati Ethnomission, Sal Pribadi hingga Rouge dari Prancis. Sementara penampil di seri ketiga masih dirahasiakan. Yang jelas, tak kalah menarik.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, Jazz Gunung Bromo akan menyajikan beragam musik, jazz and beyond. Bisa jazz, yang berolah bunyi dan rasa dengan ragam musik lain. Terutama musik etnik,” beri tahu CEO Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indyatmono.

CFO Jazz Gunung Indonesia, Johan Pramono, menambahkan, “Kami siap melanjutkan, mempertahankan dan mengembangkan konsep dasar yang diinisiasi para founder Jazz Gunung Bromo, yaitu Sigit Pramono, Butet Kertaredjasa, dan mendiang Djaduk Ferianto.”

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan