Sarah Beatrix Debut Lewat Film Horor Arwah, Kepala Puyeng Gegara Syuting Mobil Berguling di Jalan

Sarah Beatrix debut lewat film Arwah. Ia mengenang momen tak berani berharap lolos casting hingga kepala puyeng karena syuting adegan mobil berguling.

Diterbitkan 03 Juli 2025, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Sarah Beatrix debut film horor 'Arwah', perankan Sofi dan merasa sangat bahagia.
  • Aksen Sunda jadi tantangan utama Sarah, dibantu Egi Fedly saat syuting.
  • Sarah tidak kapok main film horor, tertantang peran lain di masa depan.

Liputan6.com, Jakarta Akhirnya jalan Sarah Beatrix menuju layar lebar terbuka lewat film Arwah karya sutradara Ivan Bandhito. Ia pun mengenang kali pertama ikut audisi. Saking deg-degan, Sarah Beatix sampai tak berani berharap banyak.

Karenanya kala dikabari lolos audisi sebagai Sofi, ia tak dapat menutupi rasa bahagia sekaligus deg-degan. Sensasi deg-degan itu terbawa hingga ke lokasi syuting film Arwah, di Jakarta dan Puncak, Jawa Barat.

“Ini film pertama saya. Horor. Deg-degan sih, bisa enggak ya? Sebelumnya, saya modeling, main sinetron, series dan FTV. Ini film pertama. Awalnya saya diajak casting. Berharap diterima tapi enggak terlalu. Takut banget!” kata Sarah Beatrix.

Dalam Arwah yang tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai Kamis (3/7/2025), Sarah Beatrix adu akting dengan Joshua Suherman, Irsyadillah, Naura Hakim, Annette Edoarda, hingga aktor senior Egi Fedly, pemeran Abah.

Aksen Sunda

Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, baru-baru ini, Sarah Beatrix menjelaskan karakter Sofi yang diperankannya lalu mengenang repotnya syuting adegan mobil berguling-guling di jalanan.

“Sarah sama Sofie enggak jauh beda. Sama-sama anak bungsu. Aku dekat banget sama Abah. Dalam kehidupan nyata saya juga dekat sama Papa. Aksen Sunda yang susah karena aku dari Timur. Mama dan papa dari Manado. Aku lahir dan besar di Papua,” akunya.

Kepala Puyeng

Dalam trailer Arwah yang dirilis beberapa pekan sebelumnya, adegan mobil terguling memang mencuri perhatian publik. “Kepala puyeng. Kita latihan dan latihan lagi, kami di dalam mobil yang benar-benar diputar,” Sarah Beatrix menjelaskan.

Dalam kesempatan itu, Sarah Beatrix berterima kasih kepada Egi Fedly karena banyak membantunya mendalami aksen maupun dialek Sunda agar tampil lebih meyakinkan sebagai Sofi.

 

Tidak Kapok Main Film Horor

Setelah syuting film horor, ia mengaku tak kapok. Sebagai aktris, Sarah Beatrix tertantang tampil natural, lebih memperhatikan detail ekspresi karena wajahnya muncul di layar lebar, plus termotivasi mempelajari banyak hal.

“Kapok main film horor sih enggak, malah saya ingin tahu tantangan di cerita atau film lain. Enggak kapok karena seru (syuting film). Yang paling berat yaitu ngomong Sunda,” Sarah Beatrix mengakhiri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

7 Drama Korea CEO Menyamar yang Bikin Penasaran dari Awal sampai Akhir

Wayan Diananto, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan