Saksikan Sinetron Luka Cinta Episode Senin 30 Juni Pukul 21.30 WIB di SCTV, Simak Sinopsisnya

Saksikan Sinetron Luka Cinta Episode Senin 30 Juni Pukul 21.30 WIB di SCTV, Simak Sinopsisnya

Diterbitkan 30 Juni 2025, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Will hadapi kasus hukum desain yang dituduh menjiplak.
  • Salma, karyawan baru, adalah masa lalu Will yang muncul kembali.
  • Erwin meminta foto Salma disimpan, hindari luka lama Will.

Liputan6.com, Jakarta - Dalam episode terbaru Sinetron Luka Cinta, ketegangan memuncak saat Will menghadapi kasus hukum yang rumit, sementara masa lalu yang tak terduga muncul kembali dalam bentuk Salma, karyawan baru yang pernah dekat dengannya. Pertemuan ini mengguncang keduanya, memaksa mereka menghadapi perasaan lama yang belum sepenuhnya terobati.

Di ruang hukum, Will terlibat dalam diskusi mendalam bersama tim legalnya tentang desain yang dituduh dijiplak. Pandangannya penuh ketegasan, menunjukkan pemahaman mendalam atas kasus yang tengah mereka hadapi.

Di luar ruangan, manajer kantor sedang memperkenalkan Salma, seorang karyawan baru, pada lingkungan kerja. Tanpa diduga, langkah mereka membawa mereka ke ruangan di mana Will berada.

Saat Will menoleh, Salma terkejut dan terdiam. Mas Will?! bisiknya, penuh keterkejutan.

Namun, reaksi Will membuat dunianya terasa kosong. Pria yang dulu begitu akrab kini menatapnya dengan dingin dan formal. Perkenalkan, saya William Andrew Prawira, katanya.

Salma hanya bisa berdiri membeku, dipenuhi pertanyaan. Mengapa Mas Will bersikap seperti ini? Namun sebelum bisa memahami kebingungannya, Will sudah berpamitan, meninggalkan Salma dalam keheningan dan perasaan yang terguncang.

Sementara itu, di rumah Will, Erwin datang dengan permintaan khusus: ia meminta asisten rumah tangga untuk menyimpan semua foto Salma. Hubungan mereka sudah berakhir, gumam Erwin. Baginya, kehadiran Salma hanya akan membuka kembali luka lama Will.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Dua Lipa Buka Perpustakaan Buku Terlarang di Portugal, Jadi Simbol Kebebasan Membaca

Tim ShowbizTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan