Makna Lagu Paint It, Black dari The Rolling Stones, Simbol Keputusasaan dan Depresi Mendalam tentang Kehilangan Seseorang

Makna lagu dalam Paint It, Black dari The Rolling Stones ini memang sarat tentang rasa kehilangan, khususnya tentang kematian seseorang yang dicintai.

Diterbitkan 10 Juni 2025, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Makna dan Fakta di Balik Lagu “Paint It, Black” dari The Rolling Stones

Lagu “Paint It, Black” dari The Rolling Stones merupakan salah satu karya yang paling ikonik dalam sejarah musik rock. Lagu ini lahir dari sudut pandang seseorang yang sedang mengalami depresi mendalam, dengan keinginan agar semua di sekitarnya ikut berubah menjadi hitam agar selaras dengan suasana hatinya.

Menariknya, saat ditanya mengenai inspirasi lirik lagu, Mick Jagger sendiri mengakui bahwa sebenarnya tidak ada inspirasi khusus yang melatarbelakanginya. “Aku tidak tahu. Itu sudah sering dilakukan sebelumnya. Itu bukan pemikiran yang orisinal. Semua tergantung pada bagaimana kamu mengeksekusinya,” ujarnya kala itu.

Makna lagu dalam lirik ini memang sarat tentang rasa kehilangan, khususnya tentang kematian seseorang yang dicintai. Kalimat “I see a line of cars and they’re all painted black” seolah menggambarkan iring-iringan mobil jenazah dan limusin yang mengiringi upacara pemakaman. Lalu, “With flowers and my love both never to come back” menandakan bunga di pemakaman dan cinta yang telah hilang selamanya.

Baris “I could not foresee this thing happening to you” memperlihatkan rasa terkejut dan duka mendalam atas kepergian yang mendadak, sementara “If I look hard enough into the setting sun, my love will laugh with me before the morning comes” mengisyaratkan harapan untuk kembali bersatu di alam baka.

 

Proses Rekaman dan Perilisannya

Awalnya, “Paint It, Black” ditulis sebagai lagu soul yang lebih lambat. Namun, saat sesi rekaman, Bill Wyman bermain-main dengan organ, meniru irama musik khas pernikahan Yahudi. Co-manager Eric Easton (yang juga seorang organis) dan drummer Charlie Watts lantas menambahkan pola drum cepat yang terinspirasi dari musik dansa Timur Tengah. Hasilnya adalah perpaduan irama ceria yang kontras dengan liriknya yang gelap.

Brian Jones menjadi kunci penting dengan permainan sitarnya, yang terinspirasi dari penggunaan sitar oleh The Beatles dalam “Norwegian Wood.” Keith Richards menuturkan, “Sitar itu sangat rapuh, dan harus hati-hati memainkannya. Kami coba memasukkannya, dan ternyata cocok sekali.”

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Secara tidak sengaja, pada rilis singelnya terdapat tanda koma di judul, menjadi “Paint It, Black.” Ini membuat banyak orang menafsirkan seolah-olah ada seseorang bernama “Black” yang diminta untuk mengecat. Padahal, kemungkinan besar itu hanya kesalahan pengetikan di era 60-an.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan