Asma Nadia Sanjung Akting Cut Syifa dalam Sinetron Cinta di Ujung Sajadah: Nangis pun Masih Cantik

Asma Nadia memuji performa Cut Syifa sebagai Rindu dalam sinetron SCTV Cinta di Ujung Sajadah. Baginya, akting Cut Syifa terasa tulus dan believable.

Diterbitkan 30 Mei 2025, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menjadi Rindu dalam sinetron Cinta di Ujung Sajadah, performa Cut Syifa memenangkan hati pemirsa. Sebagai ibu satu anak, keteguhan hatinya membuat dua pria tampan jatuh hati.

Kedua pria itu, yakni Fauzan (Zikri Daulay), mantan suami yang termakan fitnah lalu ingin memperbaiki keadaan. Kedua, Adi (Eza Gionino). Asma Nadia menyanjung akting Cut Syifa.

Menurutnya, performa Cut Syifa dalam sinetron SCTV ini terasa tulus sekaligus believable. Cut Syifa mampu berempati pada jungkir balik Rindu dalam memperjuangkan cinta dan masa depan.

“Cut Syifa itu terasa tulus memerankan Rindu. Aktingnhya believable. Di depan kamera, saat menangis pun masih cantik,” kata Asma Nadia penulis novel Cinta di Ujung Sajadah.

Cantiknya Natural

Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com via telepon, baru-baru ini, Asma Nadia menilai Cut Syifa memang berjodoh dengan karakter Rindu. Itu sebabnya pemirsa bisa merasakan ketulusannya.

“Cut Syifa cantiknya natural, ketulusannya terasa. Chemistry-nya terbangun alami baik dengan Fauzan maupun Adi. Itu yang saya rasakan saat menonton sinetronnya,” ujarnya.

Dengan Senang Hati

Asma Nadia merasa mimpinya jadi kenyataan saat Cut Syifa membintangi sinetron Cinta di Ujung Sajadah. Bertahun lalu, ia berharap Cut Syyifa muncul di sinetron Catatan Hati Seorang Istri (2014).

Namun, kala itu Cut Syifa belum berhijab. “Dalam Cinta di Ujung Sajadah peran utamanya sebenarnya tidak berhijab tak masalah. Begitu saya dengar Cut Syifa yang akan main, oh saya dengan senang hati,” kenang Asma Nadia.

Yang Menarik Bukan Hanya Protagonis

Cinta di Ujung Sajadah mengudara tiap hari jam 20.05 WIB di SCTV Satu Untuk Semua. Sinetron ini juga diperkuat penampilan Stefan William, Tsania Marwa, dan Andri Mashadi. Bagi Asma Nadia yang tampil memikat, bukan hanya para tokoh protagonis.

Yang antagonis pun menarik perhatian. Tsania Marwa sebagai Alia, misalnya. “Ada tokoh antagonis yang saking nyebelin, orang sampai enggak mau nonton atau lihat mukanya. Tapi Alia ini tipe yang kalau enggak ada, jadi enggak seru,” ucap Asma Nadia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Reality Club - Idgitaf Ungkap Kekuatan Industri Musik Indonesia, Kian Bertaring di Ranah Global

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan