Modulus Bangkit Setelah Lama Bubar, Siap Hidupkan Musik Era 80-an Bersama Musisi Lintas Generasi

Ide Modulus bangkit kembali setelah 25 tahun lebih vakum karena bubar, rupanya berdasarkan pada maraknya para musisi muda yang kembali mengusung musik bernuansa '80-an.

Diterbitkan 23 Mei 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Modulus, band bergenre pop jazz yang berdiri pada tahun 1987 dan sempat bubar pada tahun 1999, kini telah bangkit kembali. Modulus yang semula berisi tujuh personel, kini kembali eksis hanya dengan tiga orang saja. Mereka adalah Stanley Sagala (vokal), Daniel Sigarlaki (gitar), dan Odi Auditya (drum).

Tak sekadar manggung, Modulus juga siap meluncurkan lagu-lagu daur ulang maupun karya-karya anyar ke depannya. Bahkan mereka siap menggarap lagu hasil kolaborasi dengan musisi lintas generasi, dari musisi lawas yang sudah punya nama hingga nama-nama dari kalangan Gen Z.

Satu karya daur ulang dari lagu lawas mereka telah diluncurkan, “Nada dan Asmara”, yang aslinya berasal dari album perdana mereka pada 1991 lalu, Ulang Tahun. Tentunya, banyak yang mempertanyakan alasan Modulus kembali ke kancah musik Indonesia setelah sekitar 26 tahun dibiarkan vakum tanpa adanya reuni maupun karya setelah bubar.

Rupanya, ide ini berdasarkan pada maraknya para musisi muda yang kembali mengusung nuansa ala '80-an. "Jadi dasar pemikirannya kenapa kami buat itu. Karena sekarang ini musik eranya lagi kembali ke musiknya kami dulu," ujar Stanley kepada Showbiz Liputan6.com.

"Jadi kayak Wijaya80, The Lantis. Waktu sama mas Daniel dan Mas Odie kami bilang, 'Yuk kita bikin lagi yuk. Mereka (musisi muda) sekarang kan lagi jalanin musiknya kita ya. Kita ini pelaku utama yang benar-benar masih ada, yuk kita terjun lagi!" sambungnya dalam kunjungan media di Gedung KLY, Senin (19/5/2025).

 

Mengamati Pegerakan Industri Musik Hari Ini

Tak hanya itu, para personel Modulus juga mengamati pergerakan industri musik Indonesia hari ini. Teknologi digital yang makin memudahkan semua orang dalam segala aspek, dimanfaatkan dengan optimal oleh Stanley, Daniel, dan Odie. Bahkan, mereka juga menyajikan karya yang bisa diterima telinga pendengar dari kalangan Gen Z.

"Nah, kebetulan zaman sekarang lagunya kayak zaman kami," terang Stanley "Cuma kami memang mengubah soundnya lebih kekinian mengemasnya, dengan teknologi sekarang," sambung Daniel.

"Kalau dibilang jazz enggak terlalu ke situ juga sebetulnya, biarpun kami semua bisa main jazz. Kami enggak mau terlalu mengotak-ngotakkan musik. Ya, lebih ke '80's-90's... Anak-anak sekarang kan dua dekade di bawah kami dengarnya itu," ungkap Stanley saat ditanya mengenai warna jazz dalam musik mereka.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Jadi karena kami pelaku yang masih hidup, 90-an aslinya, kami keluarkan lagi deh. Hanya untuk menunjukkan ke masyarakat bahwa kami masih ada dan sehat-sehat semuanya," tambah Stanley menjelaskan lebih lanjut soal alasan Modulus bangkit lagi.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan