Liputan6.com, Jakarta "Terakhir Kali" merupakan single karya musik band Wijaya 80, yang dirilis pada 6 Desember 2024. Sebuah lagu patah hati yang terasa begitu personal sekaligus universal. Dengan balutan aransemen pop retro khas era 80-an, lagu ini menceritakan tentang pahitnya cinta yang harus dilepaskan, ketika seseorang yang begitu dijaga justru menjadi milik orang lain.
Lewat lirik yang menyayat dan musik bernuansa nostalgia, "Terakhir Kali" menjadi karya debut yang langsung mencuri perhatian pendengar lintas generasi.
Grup trio ini terdiri dari Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, dan Hezky Joe. Mereka menyatukan kekuatan vokal, piano, gitar, serta sentuhan aransemen vintage untuk membentuk identitas musikal yang menghormati kejayaan pop Indonesia tahun 80-an. Nama “Wijaya 80” pun dipilih sebagai bentuk penghargaan terhadap era tersebut.
Lirik Lagu Terakhir Kali
Telah lama aku menyimpan surat cinta ini
Surat cinta yang takkan pernah sampai pada dirimu
Hari ini aku sadari duka ku menahun
Tertimbun di balik senyum dan canda tawaku
Tak ada patah hati yang sembuh
Di satu dua hari
Ku menjaga dirimu hanya untuk dimiliki yang lain
Sungguh tak ada cinta seperti ini
Ini kah kisah cinta yang ku alami
Yang ku cinta selama ini teruntuk dirimu di hatiku
Terlalu indah semua yang ku alami
Yang ku cinta selama ini
Izinkan diriku memelukmu terakhir kali
Hari ini aku sadari duka ku menahun
Tertimbun di balik senyum dan canda tawaku
Tak ada patah hati yang sembuh
Di satu dua hari
Ku menjaga dirimu hanya untuk dimiliki yang lain
Sungguh tak ada cinta seperti ini
Ini kah kisah cinta yang ku alami
Yang ku cinta selama ini teruntuk dirimu di hatiku
Terlalu indah semua yang ku alami
Yang ku cinta selama ini
Izinkan diriku memelukmu terakhir kali
Tak ada patah hati yang sembuh
Di satu dua hari
Ku menjaga dirimu hanya untuk dimiliki yang lain
Sungguh tak ada cinta seperti ini
Ini kah kisah cinta yang ku alami
Yang ku cinta selama ini teruntuk dirimu di hatiku
Terlalu indah semua yang ku alami
Yang ku cinta selama ini
Izinkan diriku mеmelukmu
Ini kah kisah cinta yang ku alami
Yang ku cinta selama ini teruntuk dirimu di hatiku
Tеrlalu indah semua yang ku alami
Yang ku cinta selama ini
Izinkan diriku memelukmu terakhir kali
"Terakhir Kali" Lahir dari Pengalaman Pribadi
Lagu "Terakhir Kali" berangkat dari kisah nyata yang dialami Hezky Joe pada 2021, lalu dikembangkan bersama Ardhito Pramono dan Erikson Jayanto. Proses kreatifnya sangat kolaboratif dan intim antara personelnya, dengan tidak melibatkan produser dari luar. Menjadikannya karya yang benar-benar dari hati untuk hati.
Perpaduan Nuansa Retro dan Emosi Modern
Lagu ini sangat memadukan gaya musik pop retro khas tahun 80-an dengan sentuhan emosi modern, sehingga terasa fresh namun tetap membangkitkan nostalgia. Perpaduan tersebut membuat lagu mudah diterima oleh berbagai kalangan, baik generasi muda maupun pendengar yang merindukan nuansa musik masa lampau.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5224666/original/004389400_1747637113-Cuplikan_layar_2025-05-19_133126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)