Review Film Qodrat 2: Elemen Aksi, Drama dan Horor dalam Porsi Pas, Lebih Dahsyat dari Pendahulunya

Qodrat 2 adalah sekuel Qodrat, yang dirilis pada 2022. Dibintangi Vino G. Bastian dan Marsha Timothy, karya Charles Gozali ini mendulang 1,7 jutaan penonton.

Diterbitkan 03 April 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Salah satu yang paling saya khawatirkan dalam pertarungan Lebaran 2025 adalah Qodrat 2. Mengingat genrenya horor seperti Pabrik Gula sedangkan tiga film lainnya beda yakni Norma: Antara Mertua dan Menantu, Jumbo, serta Komang.

Syukurnya, kekhawatiran ini tak terbukti setelah pada hari pertama penayangan, Pabrik Gula dan film Qodrat 2 memimpin masing-masing dengan 203 ribuan serta 70 ribuan penonton. Norma: Antara Mertua dan Menantu malah jadi juru kunci.

Qodrat 2 adalah sekuel Qodrat, yang dirilis pada 2022. Dibintangi Vino G. Bastian dan Marsha Timothy, Qodrat membuka 10 besar film Indonesia terlaris 2022 bersama 1,7 jutaan penonton. Kini, sekuelnya dilepas pada Lebaran 2025.

Inilah review film Qodrat 2 yang menandai reuni Vino G. Bastian dan Acha Septriasa setelah 17 tahun pisah. Pada 2008, keduanya jadi pemeran utama In The Name of Love. Sayang, film karya Rudy Soedjarwo itu terlilit Tali Pocong Perawan.

 

Setelah Mengalahkan Assualla...

Setelah mengalahkan Assualla dan membongkar kedok ustaz Zafar (Randy Pangalila), Qodrat melanjutkan hidup dengan melacak keberadaan istri, Azizah (Acha Septriasa) yang belakangan diketahui bekerja di pabrik tekstil.

Di sana, Azizah menjalin pertemanan dengan Purwanti (Della Dartyan) dan Yuni (Hana Saraswati). Suatu hari, Yuni meninggal dunia. Suaminya, Sukardi (Donny Alamsyah) curiga istrinya mangkat secara tak wajar.

Satpam selalu menghalangi Sukardi saat minta penjelasan para petinggi pabrik, termasuk Safih (Septian Dwi Cahyo). Purwanti mencium “bau busuk” skandal pabrik lewat buhul yang ditemukan pada peralatan karyawati yang tewas.

Purwanti dan Azizah mencoba menguak rahasia kelam pabrik. Di sisi lain, Qodrat bertemu Sukardi lalu menyusup ke pabrik. Azizah sendiri tengah bangkit dari trauma masa lalu setelah putranya, Alif (Jason Bangun) kesurupan lalu tewas.

 

Beda Warna dengan Pabrik Gula

Qodrat 2 dan Pabrik Gula sama-sama horor namun beda warna. Karya sineas Charles Gozali ini menegakkan karakternya lewat tiga unsur: drama keluarga, horor, dan action dengan porsi berimbang tanpa terasa tumpang tindih.

Nuansa drama dibangun dari kelamnya masa lalu bernama kehilangan dan pilihan-pilihan keliru yang dibuat para tokoh, khususnya Azizah. Dari sini, hukum sebab akibat diurai termasuk bagaimana memulihkan luka jiwa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Horor dalam Qodrat 2 terasa dari sejak menit awal. Acha Septriasa adalah magnet yang memungkinkan penonton merasakan segala bentuk emosi negatif dari ketakutan, dukacita, dan yang paling nyesek: penyesalan. Puncaknya, ada di babak ketiga, saat Azizah menjalankan salat dua rekaat lalu iman digugat pihak seberang. Ekspresi ketakutan yang berubah warna menjadi keraguan, tetes air mata, dan sekali lagi semburat penyesalan ditransfer Acha Septriasa tepat sasaran.  

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan