Perkembangan AI di Industri Musik Saat Ini, Memicu Senjakala Karya Manusia?

Muncul kekhawatiran hingga penolakan dari musisi dunia mengenai penggunaan AI yang melanggar hak para seniman.

Diterbitkan 27 Februari 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Akhir tahun 2023 lalu, musisi Bad Bunny mencak-mencak gara-gara sebuah konten yang viral di media sosial. Pasalnya, konten tersebut berupa lagu yang menampilkan suaranya, tapi ia sama sekali tak menyanyikannya.

Ya, konten bertajuk "Demo #5: Nostalgia," ini dibuat lewat “pita suara” artificial intelligence (AI) alias kecerdasan buatan.

“Ada orang-orang yang kumengerti, tapi ada juga yang enggak. Ada orang terhubung denganku, dan ada yang enggak. Dan kalau kalian suka lagu t** yang viral di TikYok itu, silakan tinggalkan grup ini,” kata penyanyi Puerto Rico tersebut dalam unggahan di kanal WhatsApp-nya, seperti dilansir dari People.

Ia melanjutkan kalimatnya dengan nada penuh amarah, “Kalian tak berhak menjadi temanku.”

Diwartakan NME, lagu ini dibuat lewat layanan AI FlowGPT. Tak hanya viral di TikTok, lagu ini juga meraup 700 ribu stream di Spotify. Tak cuma Bad Bunny, suara penyanyi lain seperti Justin Bieber, Drake, The Weeknd, dan Daddy Yankee juga digunakan untuk membuat konten serupa.

Dan seperti kasus Bad Bunny, lagu-lagu ini juga meledak dan jadi viral. NME mencatat dalam hitungan jam, lagu “Heart On My Sleeve” mencapai 13 juta penayangan di TikTok saat pertama kali muncul. Tak cuma di medsos ini, lagu tersebut juga ramai diputar di platform streaming terkemuka seperti Apple Music, Spotify, dan Tidal.

Penggunaan AI yang merangsek dalam industri musik rupanya bikin musisi gamang.

Reaksi pada Musisi soal AI

Banyak musisi lintas generasi yang bersuara keras atas fenomena ini. Frontman Stereophonics, Kelly Jones dan Nick Cave menentang penggunaan AI dan ChatGPT untuk menulis lagu.

“Itu adalah sebuah ejekan mengerikan terhadap makna dari menjadi manusia,” kata mereka.

>Ed Sheeran juga menyuarakan kekhawatiran mengenai AI secara umum, yang bisa merampas mata pencaharian manusia. “Aku enggak tahu mengapa kalian membutuhkannya – jika ini mengambil pekerjaan dari seorang manusia, menurutku itu mungkin hal yang buruk,” kata dia.

Pelantun "Too Sweet" Hozier, mengungkap bahwa ia tak yakin lagu dari AI bisa dianggap sebagai karya seni. "AI tidak bisa menciptakan sesuatu berdasarkan pengalaman manusia. Jadi saya tak tahu apakah bisa memenuhi definisi seni," kata dia, dilansir dari BBC

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Sementara pentolan Beatles, Paul McCartney, menyambut AI, tapi dengan sebuah catatan penting. "AI adalah hal yang sangat hebat, tapi itu seharusnya tak merampok para orang kreatif. Pastikan Anda melindungi para pemikir kreatif, seniman kreatif, bila tak mau kehilangan mereka. Sesederhana itu," kata dia pada Januari lalu dalam wawancara BBC, dilansir dari USA Today.

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan