6 Fakta Film Samawa Dibintangi Badriyah Afiff dan Alexzander Wlan, Bahas Masalah KDRT Pasutri Muda

Di tengah dominasi genre horor, hadir Samawa karya sineas Ganank Dara. Film ini menempatkan Badriyah Afiff dan Alexzander Wlan sebagai bintang utama.

Diperbarui 21 Februari 2025, 23:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

4. Hanya Ada 1 Persamaan

Dalam menjalin hubungan, Alexzander Wlan tipe cowok bucin. Lebih senang mendengar apa yang diinginkan pasangan asal itu membuat kekasih bahagia. Ini beda 180 derajat dengan Andy dalam Samawa. Meski beda 180 deajat, tersisa satu persamaan antara Andy dengannya.

“Persamaannya lebih ke komitmen pada pekerjaan. Karakter saya di film ini, Andy walaupun dia keras pada istri, dia tetap bekerja lo. Andy komit dengan pekerjaan. Selebihnya memang bang**t,” beri tahu Alexzander Wlan kemudian tertawa lepas.

 

5. Ogah Meriset Korban KDRT

Untuk mendalami peran, Alexzander Wlan meriset soal bagaimana KDRT terjadi dan mengapa pelaku tega. Apa saja faktor yang melatarbelakangi dan seluk beluk lain. Namun, bintang film Trinil: Kembalikan Tubuhku enggan meriset korban kekerasan.

“Takutnya kalau saya campur dengan apa yang sudah saya riset, malah keluar rasa kasihan kepada lawan main. Ini membuat saya merasa kurang all-out dalam berakting karena di sini saya benar-benar intens. Marah. Memukul,” Alexzander Wlan berbagi perspektif.

 

6. KDRT Lebih Seram dari Film Horor

Demi Yura, Badriyah Afiff mendengar dan menggali kesaksian korban seraya mencermati perkembangan kondisi psikis setelah mengalami KDRT. “Saya mendengar cerita dan melihat korban KDRT bagaimana kondisi psikisnya. Perilaku ke depan (setelah mengalami) seperti apa,” akunya.

Riset tak terlalu sulit. Justru masuk ke karakter Yura yang lumayan sulit. Bagaimana pun berempati pada karakter memang butuh waktu. Setelah syuting, Badriyah Afiff menyimpulkan, “Lebih horor KDRT sih (ketimbang film horor itu sendiri), jujur,” pungkas Badriyah Afiff.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan