Vokalis Lamb of God Terang-Terangan Menduga Elon Musk adalah Nazi, Semprot dengan Umpatan Keras

Randy Blythe, vokalis band metal Lamb of God, secara berani mengumpat kepada Elon Musk di media sosialnya sembari menduga-duga sang miliarder sedang melakukan gerakan tangan mirip salam Nazi sewaktu pelantikan Donald Trump.

Diterbitkan 26 Januari 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Randy Blythe, vokalis dari band metal Lamb Of God, melontarkan kritik pedas kepada Elon Musk Randy Blythe melontarkan umpatan dengan menyebut Elon Musk sosok yang "bre***ek".

Umpatan itu diiringi oleh dugaan dari Randy Blythe atas gerakan tangan mirip salam Nazi sewaktu Elon Musk menghadiri pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat untuk periode kedua.

Momen itu terjadi pada Senin (20/1/2025), ketika Donald Trump resmi dilantik kembali di Gedung Putih. Elon Musk terlihat menepuk dadanya dengan tangan kanan, lalu mengangkat tangan dengan telapak menghadap ke bawah.

Gerakan ini kemudian diulangnya ke arah kerumunan di belakang podium. Banyak yang membandingkan gestur tersebut dengan salam Nazi yang digunakan untuk menunjukkan kesetiaan pada Adolf Hitler.

Randy Blythe menyampaikan reaksi atas gerakan tangan Elon Musk itu melalui Instagram Stories. Ia menulis sambil menduga-duga apakah Elon Musk seorang Nazi ataukah ada hal lain di balik itu.

Butuh beberapa hari bagi saya untuk mencerna kejadian ini. Saya mencoba memahami dari berbagai sudut: Mungkin dia Nazi? Mungkin dia sedang bercanda? Atau mungkin dia sangat canggung secara sosial sehingga tak bisa mengontrol dirinya sendiri? Siapa yang tahu? Orang ini benar-benar aneh. Tapi satu hal yang jelas—dia SANGAT BRE***EK,” tulisnya dengan nada keras, mengutip NME.

 

Sindiran Lanjutan untuk Elon Musk

Selain itu, Randy Blythe juga menyindir, “Saya mengenal beberapa orang dengan autisme, tetapi tak satu pun dari mereka yang sedikit pun mengingatkan saya pada Hitler."

"Bahkan jika ini adalah kesalahan akibat autisme, Musk menolak mengakuinya, dan itu menunjukkan segalanya. Karena orang dengan kompas moral yang benar akan mengakui kesalahan mereka,” lanjutnya.

>Randy Blythe juga menambahkan, “Mungkin saja Musk akan menjadi pegawai pemerintah suatu hari nanti—yang artinya kita, rakyat Amerika, akan membayar gajinya (meskipun dia tidak membutuhkannya)"

"Sebagai warga pembayar pajak, saya punya permintaan untuk Presiden ke-47 Trump: Tolong masukkan MONYET ROKETNYA YANG TERPENGARUH KETAMIN ke kandangnya dan biarkan dia melakukan hal-hal yang lebih sesuai untuknya—jelas muncul di depan umum bukan salah satunya. Oh, dan tentu saja: SIA**N SEMUA NAZI,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Hingga kini, Elon Musk belum memberikan tanggapan resmi atas komentar keras Blythe tersebut.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan