Melodi Bengawan Solo Karya Gesang Makin Abadi Berkat Penyanyi Yunan Helmi, Gandeng Ratu Keroncong Waldjinah

Berkat penyanyi Yunan Helmi yang berduet dengan Waldjinah, melodi lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang tetap abadi dan mengalir sampai jauh hingga generasi baru.

Diperbarui 07 November 2024, 19:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Lagu legendaris "Bengawan Solo", yang diciptakan oleh maestro keroncong asal Solo, Gesang Martohartono, kembali hadir dalam versi baru. Melodi sederhana namun penuh makna ini, terus menginspirasi berbagai kalangan di seluruh dunia, bahkan hingga kini.

Diciptakan pada masa lalu dengan senandung dan goresan pensil di atas secarik kertas bekas pembungkus rokok, "Bengawan Solo" kini hidup kembali dalam sebuah aransemen inovatif yang menggandeng musisi muda Yunan Helmi serta Waldjinah.

Disampaikan oleh GNP Music, "Bengawan Solo" telah direkam dalam berbagai versi oleh sejumlah penyanyi, termasuk Gesang sendiri, Sundari Soekotjo, Mus Mulyadi, dan Waldjinah, yang dijuluki Ratu Keroncong.

Lagu ini juga pernah dinyanyikan oleh artis lain seperti Tuti Maryati, Tetty Supangat, serta kelompok SambaSunda, bahkan hingga penyanyi internasional. "Bengawan Solo" sering kali menjadi lagu wajib dalam berbagai pertunjukan keroncong dan abadi di hati masyarakat Indonesia.

Potongan Liriknya yang Ikonik

Potongan liriknya yang ikonik, “Mata airmu dari Solo, terkurung gunung seribu, air mengalir sampai jauh akhirnya ke laut” menggambarkan keindahan dan makna historis sungai terpanjang di Pulau Jawa, yang menjadi inspirasi utama dari lagu ini.

Sungai Bengawan Solo sendiri berhulu di pegunungan selatan Solo dan mengalir hingga ke Laut Jawa, menyatukan alam dan budaya dalam keindahan abadi.

 

 

Membawa Bengawan Solo Lebih Dekat kepada Generasi Muda

Untuk membawa "Bengawan Solo" lebih dekat kepada generasi muda, GNP Music bersama produser Djakawinata Susilo menyambut ide dari musisi muda untuk mengaransemen ulang lagu ini.

Dalam upaya ini, Yunan Helmi, seorang penyanyi dan pencipta lagu yang meraih penghargaan “Theme Song Terkelas,” terpilih untuk menyanyikan versi terbaru "Bengawan Solo".

Rekaman ini menghadirkan kolaborasi unik antara Yunan dengan dua legenda, Gesang dan Waldjinah, melalui sentuhan musik pop yang segar dan modern.

 

Ungkapan Kagum Waldjinah

Dalam kolaborasi ini, Ibu Waldjinah yang sudah lama mengagumi Pak Gesang, mengungkapkan kekagumannya.

"Pak Gesang adalah sosok yang rendah hati dan senang berbagi ilmu dengan juniornya. Beliau sangat humoris dan supel, membuatnya dihormati dan disayangi hingga akhir hayatnya," ujarnya penuh haru, mengenang sosok yang menjadi panutan di dunia keroncong.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Yunan Helmi juga berbagi rasa bangganya. “Sungguh bahagia bisa berkolaborasi dengan legenda hidup, Ibu Waldjinah, dalam karya rekaman baru lagu ‘Bengawan Solo’ dari Bapak Gesang (alm),” ungkap Yunan. Dalam aransemen ini, alunan flute dimainkan oleh Carmello Mahardika, seorang musisi remaja berbakat yang turut memberi warna unik pada lagu ini.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan