Maharya Band Berharap 100 Tahun Sumpah Pemuda Jadi Momentum Bagi Generasi Muda untuk Makin Bersatu

Momen Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, beberapa tahun lagi akan mencapai 100 tahun, membuat Maharya Band memaknai hal ini dengan sangat mendalam.

Diterbitkan 01 November 2024, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Maharya itu kelompok musik yang secara spesifik terinspirasi dari tema kebangsaan. Jadi musik patriotisme. Tak seperti layaknya musik-musik band lainnya," ungkap Satria Angga

"Lirik kami terinspirasi dari sastra-sastra yang dimiliki bangsa kita sejak dahulu dan telah dibakukan menjadi sumber dari segala sejarah. Konsepnya bagaimana menjadikan tulisan-tulisan itu ke dalam narasi teks kemudian kami ubah menjadi partitur musik," jelasnya.

 

Mini Album Salam Rajut Bangsa

Tak seperti band pada umumnya yang banyak mengusung lagu-lagu bertema rasa cinta, Maharya lebih berfokus pada menciptakan lagu tentang kondisi Tanah Air, dengan harapan nasionalisme seluruh rakyat Indonesia, terutama Gen Z bisa makin tumbuh besar.

Kesembilan lagu tersebut akan dimasukkan ke dalam sebuah album mini berjudul Salam Rajut Bangsa. Di dalam mini albumnya mencakup lagu "Matahari Terbit" karya Wage Rudolf Supratman (WR Supratman), "Jas Merah", "Indonesia Raja", dan dua lagu baru tersebut, "Bima Ibu Pertiwi" dan "Kreator".

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan