6 Fakta Film Pulau Hantu Dibuat Ulang Dibintangi Taskya Namya, Hantu Mangap Kembali ke Layar Lebar

Film Pulau Hantu yang mencetak box office pada tahun 2006 dibuat ulang MVP Pictures dengan bintang Taskya Namya dan sutradara Ferry Pei Irawan.

Diperbarui 28 September 2024, 21:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Salah satu film horor baru yang diantisipasi para pencinta sinema yakni Pulau Hantu. Pernah dibuat pada 2006 dengan bintang Ricky Harun, kini Pulau Hantu versi 2024 diperkuat Taskya Namya yang mencetak box office lewat Di Ambang Kematian.

Duduk di kursi sutradara Pulau Hantu 2024, yakni Ferry Pei Irawan. Yang dikenang publik dari trilogi Pulau Hantu adalah penampilan cewek-cewek seksi (pastinya) dan penampakan Hantu Mangap dengan visual mengerikan.

Produser MVP Pictures, Amrit Punjabi menjelaskan, Pulau Hantu versi 2024 tak ada sangkut pautnya dengan trilogi Pulau Hantu yang mencetak box office belasan tahun silam. Namun, Hantu Mangap tetap ada.

Kepada Showbiz Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (28/9/2024), Amrit Punjabi menguak sejumlah bocoran film Pulau Hantu yang akan menghantui bioskop Indonesia mulai Kamis, 10 Oktober 2024. Bersiaplah...

 

1. Intellectual Property Lumayan Besar

Yang jadi pertanyaan publik tentu saja alasan pihak MVP Pictures membuat ulang Pulau Hantu. Amrit Punjabi mengakui, Pulau Hantu salah satu intellectual property alias IP besar yang dipunya MVP Pictures. IP ini hendak dilestarikan dengan sejumlah perubahan.

“Kami melahirkan kembali tapi arahnya beda. Ini fokus ke cerita, emosi, dan teror. Kalau yang dulu kan, citranya seksi gimana gitu. Yang ini, tidak ada sama sekali. Vibes-nya beda. Yang kami tonjolkan cerita hantu di berbagai pulau di Indonesia. Itu visi besarnya,” katanya.

 

2. Bersiap 2 Hingga 3 Tahun

Amrit Punjabi menegaskan Pulau Hantu 2024 bukan proyek dadakan. Ia dan tim mencermati dominasi genre horor beberapa tahun terakhir. Khususnya, saat pandemi Covid-19 melanda. Harus diakui, genre hororlah yang berhasil mengembalikan penonton ke bioskop.

“Setelah pandemi Covid-19, horor satu-satunya yang berhasil membawa penonton kembali ke bioskop. Kami memahami itu karena horor cinema experience movie. Menurut saya yang bisa seperti itu genre horor, fantasi, dan aksi,” ujar Amrit Punjabi.

 

3. Bukan Horor Tentang Keluarga

Belakangan film horor Tanah Air banyak mengisahkan tentang keluarga, ilmu hitam dan akibatnya. Pulau Hantu tak biacara soal itu. Ini soal remaja dan teman-temannya yang “terdampar” di pulau misterius.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Ini tentang anak remaja dan teman-temannya. Yang berbeda lagi di sini, production value dan set lokasinya. Set-nya memperlihatkan satu periode waktu dan 20 tahun kemudian,” Amrit Punjabi menyambung.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan